Surabaya (beritajatim.com) – Industri kreatif seperti fashion saat ini tengah berada di puncak usai sempat anjlok di masa pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu. Untuk mencapai sumber daya manusia yang memadai agar industri fashion di Indonesia memiliki daya saing, fashion designer asli Surabaya Natalia Soetjipto mengajak lembaga-lembaga pendidikan untuk bersinergi bersama pihak industri.
“Karena memang kalau kita bicara pendidikan, maka adalah teori. Jika teori yang dipelajari langsung dipraktekkan dengan bersinergi bersama dunia industri tentunya akan semakin lengkap. Para mahasiswa yang menjadi tumpuan masa depan dunia fashion Indonesia bisa lebih lengkap lagi dalam proses belajar mereka,” kata Natalia Soetjipto.
Fashion designer yang mendalami dunia fashion di Australia ini memastikan jika dirinya sangat terbuka untuk bersinergi bersama lembaga-lembaga pendidikan. “Kami sudah membuka diri untuk kampus-kampus di Surabaya seperti Unesa, Universitas Ciputra, Universitas Surabaya, dan juga UK Petra,” ujarnya.
“Sinergi yang kami lakukan dengan institusi pendidikan biasanya adalah dengan membantu mempersiapkan mahasiswa untuk bersaing di dunia industri fashion dari hulu hingga hilir,” lanjut Natalia Soetjitpto.
Bukan hanya dengan institusi pendidikan di level universitas saja, wanita yang sudah malang melintang selama lebih dari 13 tahun di dunia fashion itu juga memberikan ruang untuk pendidikan vokasi. “Untuk SMK-SMK yang memiliki jurusan fashion, kami siap untuk bersinergi bersama,” tuturnya.

“Sinergi yang saya lakukan ini bukan hanya untuk kepentingan Natalia Soetjipto Bridal, Couture, and Fashion House yang saya miliki dan jalankan saja. Ini semua untuk masa depan dunia fashion Indonesia ke depannya. Jika SDM yang ada saat ini dipersiapkan dengan matang, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi kiblat fashion dunia dengan keberagaman yang kita miliki,” pungkas Natalia Soetjipto. [but]
BACA JUGA:






