Surabaya (beritajatim.com) – Indonesia Fashion Chamber resmi menggelar Surabaya Fashion Trend mulai 11 hingga 13 November 2022 di Atrium Oval Ciputra World, Surabaya.
Beragam desain koleksi fashion trend 2023 dipersiapkan oleh 24 desainer. Salah satunya desain rancangan Aryani Widagdo. Meski mengusung tema Zero Waste, Aryani Widagdo sama sekali tidak meninggalkan sampah perca kain.
Perpaduan dengan jenis bahan denim, Zero Waste fashion adalah sebuah pola pikir baru dalam dunia fashion. Sehingga bisa menjadi masa depan industri fashion.
“Karena kita tahu, bahwa industry fashion, khususnya Fast Fashion, adalah pencemar kedua terbesar di dunia, setelah industri minyak,” kata Aryani Widagdo, Jumat (11/10/2022)..
Rencananya sebanyak delapan koleksi terbaru akan direferensikan oleh para pecinta fashion dengan beberapa desain seperti sarung lilit, outher hingga rok bawah hi lo yang banyak diburu oleh konsumenya.
“Koleksi busana ini diwujudkan dalam kain denim dan kain Batik Bali. Bentuk busananya, beragam. Ada celana, ada sarung lilit, rok bawah hi-lo (depan Panjang, belakang pendek), baju luar berbagai bentuk dan aksesoris. Yang semuanya dalam proses produksinya, samasekali tidak meninggalkan sampah perca,” ungkap Aryani.
Diketahui sebelumnya, SFT adalah acara fashion show annual yang diinisiasi oleh Indonesia Fashion Chamber Surabaya sbg wadah berkembangnya pelaku /desainer fashion generasi muda indonesia melalui kegiatan seperti fashion show, exhibition, workshop, talkshow.
[berita-terkait number=”4″ tag=”fashion”]
Mengusung tema Evocative yang merupakan adaptasi dari Indonesia Trend Fashion 2022 The Survivors. Sebuah artinya berupaya keras untuk terus bertahan dalam situasi yang tidak menentu. Sikap optimisme yang membuat pikiran positif, melahirkan kreativitas menuju era next normal setelah pandemi Covid-19.
“Dengan melihat dan mengenang keindahan di masa lalu, menjadikan sumber ide, bahkan direka-reka menjadi bentuk dan tampilan kontemporer,” katanya. [way/but]







