Waingapu (beritajatim.com) – Masyarakat Desa Pambotanjara di Kecamatan Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT, selama bertahun-tahun harus mengeluarkan biaya hingga Rp500.000 untuk mendapatkan 5.000 liter air.
Biaya ini bergantung pada jarak rumah dari jalan raya, semakin jauh rumah, semakin mahal pula biayanya. Kondisi ini menyebabkan banyak warga harus memilih antara pendidikan dan kebutuhan hidup dasar, sehingga jumlah penduduk yang mampu mengenyam pendidikan tinggi pun terbatas.
Namun, kini angin segar datang untuk warga Desa Pambotanjara. Kementerian Sosial (Kemensos) telah memasang instalasi pengolahan air terpadu yang dilengkapi teknologi reverse osmosis (RO), memungkinkan warga memperoleh air siap minum langsung dari keran. Instalasi ini tak hanya mengurangi biaya untuk membeli air bersih, tetapi juga mengurangi pengeluaran untuk membeli kayu bakar untuk memasak air.
“Apalagi air ini kan sudah ada RO-nya, jadi tidak perlu dimasak. Jadi kalau musim hujan, kayu bakar sulit didapatkan karena kondisinya basah. Sekarang teman-teman yang punya motor juga datang ambil air di sini,” kata Kepala Desa Pambotanjara, Titus Umbu Jawa Ray, saat ditemui di lokasi instalasi air di RT 02/RW 01 Laimahang, Dusun 1 Kokur Kalimbung, Desa Pambotanjara, pada Sabtu (4/5/2024).
Tidak hanya menyediakan instalasi air, Kemensos juga memastikan operasionalnya hemat energi dengan memasang panel surya 4x400wp, menghasilkan daya 1.600 watt. Hal ini mengurangi biaya listrik dan memastikan instalasi berfungsi secara mandiri. Selain itu, Kemensos juga memberikan pipa air untuk mendekatkan akses air bersih ke rumah-rumah warga, mengurangi beban warga untuk mengangkut air.
Sejak instalasi air dari Kemensos selesai dua bulan lalu, sebanyak 40 kepala keluarga (KK) di RT 2 telah menggunakan fasilitas ini. Titus berharap lebih banyak warga yang memanfaatkannya, terutama saat musim kemarau. Masyarakat juga merasa sangat bersyukur karena air dari RO terlihat seperti air mineral, sangat berbeda dengan air sumber yang biasa mereka konsumsi, yang mengandung zat kapur.
“Limbah RO digunakan untuk menyiram tanaman hortikultura, minum ternak, dan kolam lele,” tambah Titus. Hal ini menunjukkan betapa multifungsinya sistem ini bagi kebutuhan masyarakat setempat.
Menteri Sosial Tri Rismaharini menunjukkan perhatian khusus pada masalah air bersih saat berkunjung ke Puskesmas Lewa, Desa Kambata Wundut, Kecamatan Lewa, Sumba Timur, pada Jumat (3/5). Mensos Risma berjanji akan menurunkan tim untuk mencari sumber air tambahan bagi masyarakat dan pertanian di daerah tersebut. “Saya akan kirimkan tim yang akan mencari sumber air, baik untuk masyarakat maupun untuk pertanian,” ujar Mensos Risma.
Dengan instalasi pengolahan air baru ini, Desa Pambotanjara memiliki harapan baru untuk masa depan yang lebih baik, di mana kebutuhan dasar akan air bersih tidak lagi menjadi beban berat bagi masyarakat. [ian]






