Surabaya (beritajatim.com) – Dennis Promotion Management dan Mirota Batik Surabaya menyelenggarakan sesi pemotretan spesial untuk memperingati Hari Batik Nasional.
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan ragam busana batik kepada masyarakat luas, sekaligus mendorong generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya Indonesia.
Acara yang berlangsung meriah ini melibatkan model dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Mereka menampilkan beragam busana batik yang modis dan elegan, dengan harapan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap batik sebagai identitas budaya nasional.
Susanty, Founder Dennis Promotion Management, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar perayaan Hari Batik Nasional.
“Kegiatan photoshoot ini dilaksanakan selain untuk memperingati Hari Batik Nasional. Kami juga mengajak putra-putri untuk mencintai budaya Indonesia, khususnya dalam melestarikan batik,” kata Susanty, Senin, (28/10/2024).
Seiring perkembangan dunia mode, batik mengalami berbagai transformasi yang membuatnya semakin diminati dan sesuai dengan tren fashion terkini. Mirota Batik Surabaya, sebagai mitra acara ini, menampilkan koleksi busana dan aksesoris batik yang tidak hanya menonjolkan sisi tradisional, tetapi juga menawarkan gaya modern yang memikat.
“Batik kini semakin berkembang dan tidak kalah modis dengan pakaian lainnya,” tambah Susanty.
Ia menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam kegiatan pelestarian budaya agar batik tetap lestari dan relevan di masa depan.
Sesi pemotretan ini diikuti oleh model dari berbagai rentang usia, termasuk Audrey (12), Dhavendra (10), Raellene (14), Savannah (14), dan lainnya. Mereka tampil dengan antusias dalam balutan busana batik yang unik dan menarik, menunjukkan keberagaman serta kekayaan desain batik yang ditawarkan dalam kegiatan ini.
Selain itu, Dennis Promotion Management juga berkomitmen untuk terus menyediakan wadah kreatif dan edukatif bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja.
“Kami akan terus berusaha memberikan wadah bagi anak-anak maupun remaja-dewasa agar selalu aktif dengan kegiatan-kegiatan yang menarik dan bermanfaat,” jelas Susanty.
Salah satu orang tua model, Sofyan Kurniyawan, mengaku bangga dengan keterlibatan putrinya dalam kegiatan ini. Ia berharap momentum ini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap batik sejak dini.
“Bangga putri saya bisa menjadi salah satu model photoshoot untuk melestarikan budaya batik Indonesia,” katanya.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mempromosikan batik, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk aktif dalam aktivitas positif yang mendukung pelestarian budaya Indonesia. [asg/ian]






