Jember (beritajatim.com) – Calon presiden Prabowo Subianto saat ini dihadapkan pada banyak opsi calon wakil presiden. Erick Thohir, Airlangga Hartarto, Agus Harimurti Yudhoyono, Ridwan Kamil, dan Gibran Rakabuming Raka masih menanti untuk dipinang.
“Koalisi Indonesia Maju yang jumbo di bawah komando Prabowo kini merupakan koalisi yang paling galau, setelah Koalisi Perubahan Anies-Muhaimin (Amin) dan Koalisi Indonesia Unggul Ganjar-Mahfud (Gama) resmi mendaftarkan diri menjadi peserta pemilihan presiden,” kata Muhammad Iqbal, doktor ilmu komunikasi politik Universitas Jember, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (20/10/2023).
Iqbal melihat Prabowo bimbang, setelah keputusan Mahkamah Konstitusi membuka peluang bagi putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, untuk mencalonkan diri menjadi wakik presiden. “Keputusan MK terkait modal pencawapresan Gibran ini oleh banyak pihak disebut sangat problematik secara hukum konstitusional,” katanya.
“Namun, boleh jadi semua problem itu dianggap lebih mudah diatasi, jika Presiden Jokowi menerbitkan Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang) untuk menjaga marwah keputusan MK yang bersifat final dan mengikat tersebut. Dengan demikian jalan Gibran untuk tetap bisa jadi kontestan masih memungkinkan,” kata Iqbal.
Di luar masalah kontroversi putusan MK, Iqbal mencoba melihat perspektif lain yang membuat dorongan terhadap Gibran untuk terjun dalam pemilihan presiden menguat. “Ini bukan soal semata Gibran yang anak sulung penguasa kekuasaan. Ini soal masa depan kaum muda yang layak diapresiasi menjadi pemimpin bangsa di usia muda,” kata Iqbal.
“Pertarungan pilpres 2024 adalah adu strategi merebut hati dan pilihan sekitar 60 persen yang didominasi oleh pemilih muda. Maka dalam konteks inilah Prabowo berkeyakinan bisa menang, jika menggandeng Gibran serta beroleh dukungan total dari pengaruh Jokowi sebagai presiden dan kepala negara,” kata Iqbal.
Tingginya tingkat kesukaan publik terhadap Jokowi berdasarkan sejumlah survei makin membuat Prabowo yakin bisa menang bersama Gibran. “Namun, semua tentu kembali kepada diri Gibran dan hasil arahan Jokowi sendiri, apakah Gibran mau maju jadi cawapres Prabowo,” kata Iqbal.
Iqbal juga melihat Gibran adalah representasi Jokowi yang menjadi faktor soliditas Koalisi Indonesia Maju. “Gerindra, Golkar, dan PAN memang sangat bergantung pada tingginya tingkat approval Presiden Jokowi,” katanya.
Sebenarmya,dalam pandangan Iqbal, tanpa Gibran sekalipun, peluang Prabowo untuk menang masih terbuka lebar bersama Erick Thohir. “Selain punya modal logistik yang besar, Erick juga punya relasi sosial yang baik dengan kalangan NU struktural, bahkan tercatat sebagai kader Banser NU bersertifikat,” katanya.
Namun, lanjut Iqbal, memilih Erick bukannya tanpa risiko. Ada peluang Koalisi Indonesia Maju kehilangan Golkar. “Golkar mau bergabung dengan koalisi itu karena berharap sang ketua umum Airlangga Hartarto bisa jadi cawapres Prabowo,” katanya.
Untuk urusan ini Golkar termasuk tegas. “Ada teguran keras kepada kader AMPI sebagai organisasi sayap Golkar ketika menyatakan dukungan terhadap Erick Thohir. Ini bukti dan tanda potensi pecahnya Koalisi Indonesia Maju jika cawapres terpilih adalah Erick Thohir, dan bukan Airlangga,” kata Iqbal.
Semuab pilihan tentu mengandung risiko. Namun Iqbal menilai, Prabowo seharusnya tak perlu galau menentukan kandidat wakil presiden. “Apalagi di Koalisi Indonesia Maju, PAN sudah siap mengawal kemenangan Prabowo, ketika Erick Thohir jadi cawapresnya. Jika Prabowo masih melirik nama-nama lain selain Gibran dan Erick Thohir, niscaya Koalisi Indonesia Maju bisa malah tidak maju-maju,” katanya.
Soal potensi adanya poros keempat, jika Golkar keluar dari Koalisi Indonesia Maju, Iqbal menilai itu masih sangat spekulatif. “Berdasarkan kalkulasi rasionalitas politik, tiap parpol dalam Koalisi Indonesia Maju niscaya tidak ingin terlalu rugi banyak untuk membangun infrastruktur koalisi baru yang sangat mahal dan melelahkan. Namun politik sejatinya memang seni memainkan segala peluang kemungkinan, the art of posibility,” katanya. [wir]






