Ngawi (beritajatim.com) – Demi berhemat di tengah tingginya harga, warga Ngawi memilih memasak nasi dicampur dengan thiwul. Olahan dari ketela pohon itu jadi alternatif untuk menghemat stok beras di rumah.
Sulastri, warga Desa Gandong, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur itu memilih mencampurkan nasi dengan thiwul selama sebulan terakhir.
Satu kilogram lebih beras biasanya hanya cukup untuk dua hari. Dengan dicampur thiwul, beras bisa dihemat sampai empat hari.
Dia rela menumbuk ketela kering dan dikukus sampai matang dan kemudian dicampur nasi saat makan. Menurutnya, itu jadi trik yang efektif untuk mengurangi pengeluaran di tengah tingginya harga beras yang mencapai Rp70 ribu per kemasan 5 kilogram.
“Setiap harinya kita pakai beras sedikit-sedikit, nantinya dicampur dengan gaplek. Perbandingannya satu kilogram beras lebih yang biasanya hanya cukup untuk dua hari sekarang bisa sampai empat hari, itu setelah beras sangat mahal,’’ kata Sulastri, Rabu (21/2/2024)
Meski dicampur dengan thiwul, tidak mengurangi kenikmatan. Bahkan, beberapa warga lain di desa Sulastri tinggal juga menerapkan hal yang sama. Karena ketela kering pun juga bertahan lebih lama ketimbang beras.
Diketahui, sejumlah warga masih mengantre untuk bsia mendapatkan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di sejumlah pasar di Ngawi. [fiq/beq]






