Lamongan (beritajatim.com) – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lamongan nomor urut 2, Yuhronur Efendi dan Dirham Akbar Aksara (Yes-Dirham), tampil percaya diri dalam debat publik perdana Pilkada Lamongan 2024.
Mereka memaparkan sejumlah program unggulan di bidang pendidikan dan kesehatan, yang dinilai logis dan berbasis kerja nyata serta capaian memuaskan.
Debat ini dimulai dengan sub tema pendidikan dan kebudayaan. Pada sesi ini, pasangan calon diminta untuk memaparkan strategi mereka dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif dan unggul di Kabupaten Lamongan.
Menjawab pertanyaan panelis, calon Wakil Bupati Dirham memaparkan berbagai pencapaian dan langkah konkret yang telah diambil selama periode pertama kepemimpinan Yuhronur sebagai Bupati Lamongan. Salah satunya adalah melalui program “Perintis,” yang fokus pada pendidikan berkualitas dan gratis bagi masyarakat kurang mampu serta berprestasi.
“Program Perintis mencakup pendidikan gratis mulai dari jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi, termasuk S1 dan S2. Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan yang merata bagi semua kalangan,” ungkap Dirham dalam debat publik yang berlangsung di Gedung Graha Pena Surabaya, Kamis (24/10/2024).
Dirham juga menjelaskan bahwa hingga tahun 2024, lebih dari 18.000 pelajar di Lamongan telah menikmati manfaat dari program Perintis. Selain itu, pasangan Yes-Dirham juga menginisiasi program “Lamongan Nyantri,” yang tidak hanya memfokuskan pada pendidikan formal, tetapi juga memberikan perhatian pada pendidikan non-formal, termasuk pendidikan agama di lembaga swasta.
“Program beasiswa juga diperluas, dan insentif diberikan kepada tenaga pendidik, khususnya ustad dan ustadzah di TPQ, melalui program Yakin Demua Sejahtera (YSS),” tambahnya.
Selain pendidikan, pasangan Yes-Dirham juga mengusung strategi unggulan dalam bidang kesehatan, terutama dalam upaya menurunkan angka stunting. Dirham memaparkan bahwa selama masa kepemimpinan Yuhronur, angka stunting di Kabupaten Lamongan berhasil turun drastis, dari 27% pada tahun 2022 menjadi 9% pada tahun 2023.
“Penurunan ini merupakan hasil dari program prioritas seperti Orang Tua Asuh dan Program 1-10-100, yang fokus pada pencegahan dan penanganan stunting melalui pemberian vitamin serta suplemen kepada ibu hamil dan balita,” jelas Dirham.
Dirham juga menyebutkan bahwa pada September 2024, Yuhronur menerima penghargaan atas kemajuan signifikan dalam menurunkan angka stunting di Lamongan. Meski begitu, ia menegaskan bahwa program-program tersebut akan terus dievaluasi dan ditingkatkan, dengan target mencapai angka stunting nol.
“Kami optimis bahwa dengan evaluasi dan peningkatan program, Lamongan bisa mencapai zero stunting, dan kami siap meraih penghargaan lagi di tahun mendatang,” pungkasnya. (ted)






