Surabaya (beritajatim.com) – De Heus produsen pangan ternak dari Belanda membuka pabrik baru di Pasuruan. Pabrik ini akan memproduksi 25 ribu ton pakan unggas setiap bulannya.
Bagi De Heus pabrik yang berada di Kawasan Industri Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) Pasuruan ini berbeda dengan 3 pabrik sebelumnya.
“Ini pabrik ke empat tetapi ini menjadi pabrik pertama yang kami bangun sendiri. Sebab 3 pabrik sebelumnya yakni di Bekasi, Bogor, dan Mojokerto merupakan akuisisi dari perusahaan lokal,” papar President Director De Heus Indonesia, Kay De Vreese.
Kay memastikan pabrik dengan luasan 5 hektar ini setahunnya akan mampu memproduksi 300 ribu metric ton pakan unggas. 70 persen bahan bakunya yakni jagung dipasok dari petani lokal di Jawa Timur.
“Ini juga yang membuat kami tertarik melebarkan sayap hingga ke Indonesia sejak 2018 lalu. Bahan baku jagungnya kualitas terbaik dan berlimpah,” paparnya.
President Director De Heus Indonesia, Kay De Vreese mengaku pihaknya merogoh investasi sebesar Rp 400 miliar. Kay mengaku, pabrik di Pasuruan menjadi lokasi produksi pakan paling modern sekaligus berkelanjutan di Indonesia. Ke depan kapasitas pabrik ini akan terus ditingkatkan menjadi 50.000 MT per bulan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pakan”]
“De Heus sendiri sudah berdiri sejak 100 tahun lalu dan saat ini telah memiliki pabrik di 25 negara di dunia. Pabrik kami di Bekasi adalah yang terbesar diantara pabrik De Heus di seluruh dunia dengan kapasitas produksi sebesar 55.000 MT per bulan,” kata Kay di sela peresmian pabrik De Heus di PIER, Pasuruan, Rabu (2/11/2022).
Pabrik di Bekasi, lanjut dia, adalah untuk produksi pakan ayam, pakan ikan dan udang serta benih udang, sementara pabrik di Bogor memproduksi pakan ayam, sedangkan pabrik di Mojokerto produksi pakan ayam dan pakan ikan. Nah, pabrik di Pasuruan ini akan memproduksi pakan ayam saja.
“Potensi pasar di Indonesia sangat besar. Populasi penduduk Indonesia diproyeksikan meningkat menjadi 298 juta orang pada tahun 2030. Artinya, konsumsi protein diperkirakan akan meningkat secara siginifikan di masa depan. Nah, De Heus siap berkontribusi untuk membantu menjaga akses pangan yang aman dan sehat bagi populasi yang terus tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Kay didampingi Commercial Director De Heus Indonesia, Edi Wahyu Cahyono.
Sejak masuk ke Indonesia pada tahun 2018, De Heus Indonesia telah melalui masa perkembangan yang dinamis. De Heus berkomitmen untuk mempertahankan dan memperkuat kewirausahaan mandiri dan masa depan dalam peternakan dan budidaya perikanan.
Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian menyambut baik investasi baru yang dilakukan De Heus. Termasuk mengapresiasi langkah De Heus yang menambah investasinya serta bekerjasama 35.000 petani jagung.
Kerjasama ini dilakukan lewat pemuda petani milenial (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia/HKTI), Kelompok Tani Sinar Tani (Proboiinggo, Jawa Timur) dan Koperasi KTNA Mustika Tani Sejahtera (Blora, Jawa Tengah) untuk mengembangkan usahanya yang meliputi pengadaan, pemberdayaan, dan pengembangan.[rea]






