Malang (beritajatim.com)- Menuju Malang Makmur Berkelanjutan, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang, Sanusi-Lathifah Shohib (SALAF) nomer urut 1, mengenalkan sepuluh Program unggulan di setiap kampanye tatap muka pada masyarakat Kabupaten Malang.
Sepuluh program unggulan atau Dasa Cita dari Paslon SALAF itu, merangkum seluruh aspirasi masyarakat menuju Kabupaten Malang yang makmur sejahtera.
Selain mengoptimalkan peranan kaum perempuan sebagai pemilih terbanyak dalam Pilbup Malang 2024 mendatang, Paslon SALAF juga memberikan fasilitas khusus bagi generasi milenial dan Gen Z di Kabupaten Malang agar lebih produktif dan mampu berdaya saing secara unggul hingga tingkat nasional maupun internasional.
Menanggapi angka pemilih tinggi dari kalangan Milenial, Petahana Bupati Malang Sanusi mengatakan bakal menyediakan fasilitas dan program khusus bagi generasi muda milenial.
“Anak anak milenial akan kita fasilitasi sesuai bakat dan kemauannya apa. Salah satunya yang sudah kita buat adalah program petani milenial di Ngadas, Poncokusumo. Petani milenial ditempat itu kita ajari menanam kentang, dimana asalnya cuma bisa panen dengan hasil 8 ton, sekarang sudah bisa panen dengan hasil hingga 50 ton dengan luas lahan satu hektar dalam satu tahun,” tegas Sanusi, belum lama ini.
Kata Sanusi, pihaknya memberikan fasilitas pada banyak anak anak milenial untuk menciptakan kreatifitas sesuai kemauan mereka. “Kita ajak untuk berkreasi, berkreatif untuk menciptakan lapangan pekerjaan di daerahnya,” ujarnya.
Sanusi menjelaskan, untuk melakukan itu semua, pihaknya bakal menyiapkan sejumlah pelatihan kerja dan pendampingan secara langsung.
“Seperti di daerah Kedungsalam itu, anak anak milenial kita siapkan pendamping bagaimana menjual sebuah produk melalui pelatihan marketing online yang bagus. Sekarang, penghasilan mereka ini mencapai Rp 4 juta perbulan,” bebernya.
“Lalu di Singosari itu kita bikin sekolah animasi. Sehingga anak anak milenial mampu bikin produksi kreatif seperti bikin film film kartun dan mereka jual ke luar negeri. Kita tunggu, kita berupaya meningkatkan lagi nanti untuk mewadahi anak anak milenial supaya bikin film untuk layar lebar,” ucap Sanusi.
Sanusi juga siap menambah insentif bagi guru non ASN seperti guru ngaji dan guru sekolah Minggu. “,Saat ini insentif guru ngaji yang sudah kita berikan Rp 1,2 juta pertahun. Jumlahnya sekitar 3000 orang,” tegasnya.
Menurut Sanusi, pihaknya bakal menaikkan atau menambah besaran insentif bagi guru ngaji dengan berkolaborasi dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur.
“Satu juta dua ratus itu dari Kabupaten Malang ya. Kita akan tambah dengan berkolaborasi dengan Pemprov Jatim nanti. Program ini pasti kita lanjutkan, karena jumlah guru ngaji ini sekitar 3000 orang. Kalau guru madrasah ibtidaiyah (MI) swasta itu sebanyak 4.400 orang. Sama nanti coba kita hitung sesuai kemampuan kita, jika PAD naik kita tambah,” tutur Sanusi.
Khusus untuk jumlah guru swasta tingkatan TK, SD dan SMP di Kabupaten Malang sebanyak 13.700 orang.
Kendalanya ya administrasinya itu, karena ini kan memakai uang negara, SPJ nya harus kongkrit. Sehingga tidak ada lagi nanti orang yang dapat insentif itu justru datanya fiktif,” tuturnya.
Sanusi menambahkan, untuk membuka lapangan pekerjaan yang signifikan, pihaknya mengaku bakal mempermudah proses perijinan bagi investor yang masuk ke Kabupaten Malang.
“Selama ini sudah kita lakukan, para investor yang ingin mendirikan usaha, kami permudah. Bila perijinannya lengkap seminggu sudah bisa beroperasi. Karena keberadaan investor ini juga membuka lapangan pekerjaan. Sehingga kami permudah prosesnya,” Sanusi mengakhiri. [yog/aje]
Berikut Dasa Cita Malang Makmur Berkelanjutan :
1. Pembangunan infrastruktur dengan alokasi anggaran Rp 600 Milyar per tahun.
2. Menargetkan angka serapan 100.000 tenaga kerja.
3. Menjamin stabilitas harga pangan dan komoditas pertanian lokal.
4. Jaminan layanan kesehatan gratis bagi warga miskin.
5. Pendidikan dasar gratis dan insentif guru (Non ASN, Guru Ngaji, Guru Sekolah Minggu).
6. Pengembangan industri pertanian dan petani milenial untuk ketahanan pangan.
7. Digitalisasi satu data untuk memudahkan pelayanan publik.
8. Peningkatan ekonomi kreatif berbasis desa wisata dan obyek wisata unggulan.
9. Mendorong UMKM naik kelas dsn wirausaha berdaya saing.
10. Anggaran insentif RT/RW dan BPJS untuk perangkat desa.






