Ngawi (beritajatim.com) – Organisasi relawan Bolonemase kembali meluncurkan program kerja mereka yang bertajuk “Angkringan Bolonemase” pada Sabtu, 5 Oktober 2024, yang ditujukan untuk para relawan di berbagai wilayah di Jawa Timur. Program ini merupakan bagian dari inisiatif para pendukung Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, untuk mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis kerakyatan.
Untuk wilayah Jawa Timur, program ini menargetkan 11 wilayah, yakni Ngawi, Magetan, Madiun, Pacitan, Bojonegoro, Trenggalek, Tulungagung, Kediri, Blitar, Ponorogo, dan Nganjuk. Sebanyak 42 gerobak angkringan telah disalurkan kepada para relawan di daerah-daerah tersebut. Penyerahan simbolis gerobak dilakukan dengan kehadiran Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak.
Selain menerima bantuan gerobak angkringan, para relawan juga memperoleh pelatihan pengelolaan usaha yang terstruktur dan sistematis. Pelatihan ini dilakukan melalui jaringan Point of Sale (POS) yang telah disediakan, yang memungkinkan monitoring usaha para relawan secara lebih mudah. Pelatihan ini diharapkan dapat mendukung kelangsungan usaha dan memperkuat jaringan relawan di tingkat lokal.
Majid Widigdo, Koordinator Relawan Bolonemase wilayah Jawa Timur, menyatakan bahwa antusiasme para relawan sangat tinggi terhadap program ini.
“Alhamdulillah, responsnya sangat bagus. Mereka dilatih agar program ini bisa berjalan dengan baik. Kami memilih para relawan yang aktif dalam berorganisasi dan memiliki semangat, karena program angkringan ini dibuat untuk mereka,” ujar Majid.
Ia juga menambahkan bahwa program ini tak hanya sekadar inisiatif pemberdayaan ekonomi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi para relawan, yang dapat saling bertukar gagasan demi kepentingan masyarakat.
“Semoga program ini menjadi alat pemberdayaan ekonomi bagi para relawan. Ini juga jadi tempat berkumpul, di mana mereka bisa ngobrol apa saja di angkringan,” tambah Majid.
Kuat Hermawan Santosa, Koordinator Nasional Relawan Bolonemase, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah konsolidasi kedua pasca Pemilihan Presiden 2024. Menurutnya, pemberdayaan kader melalui pengembangan UMKM angkringan merupakan bukti nyata komitmen relawan Bolonemase dalam memberikan dampak positif kepada masyarakat.
“Kami berharap, teman-teman relawan bisa mandiri dan membangun jejaring usaha, tidak hanya berfokus pada politik, tetapi juga pengembangan ekonomi di lingkungan mereka,” ucap Kuat.
Lebih jauh, Kuat menyebutkan bahwa target hingga tahun 2029 adalah menciptakan ekosistem Angkringan Bolonemase yang tersebar di 10 ribu titik di seluruh Indonesia. Ia optimis bahwa program ini akan terus berkembang mengingat angkringan adalah usaha yang bisa diakses oleh siapa saja, tanpa memandang strata ekonomi atau status sosial.
“Targetnya sebanyak mungkin. Jika ekosistemnya sudah terbentuk, kita akan lanjutkan sampai 10 ribuan titik. Angkringan ini khas dari Solo dan bisa dikembangkan di seluruh Indonesia,” kata Kuat.
Agung Bakar Setiyoko, CEO Angkringan Bolonemase, menjelaskan bahwa program ini dirancang secara khusus untuk memperkuat jaringan relawan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi di sektor UMKM.
“Program ini dipilih berdasarkan analisis kebutuhan dasar, dengan tujuan memperkuat jaringan relawan dan memberdayakan ekonomi berbasis kearifan lokal,” kata Agung.
Program Angkringan Bolonemase diyakini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi para relawan dan masyarakat di sekitar mereka. Selain menciptakan lapangan pekerjaan baru, program ini juga diharapkan mampu membangun kemandirian ekonomi di tingkat lokal dan mempererat solidaritas antarrelawan. [beq]






