Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) kembali menghadirkan program undian berhadiah yang menarik, Danamon Hadiah Beruntun (DHB) 2025. Melalui program ini, Danamon tidak hanya ingin memberikan apresiasi kepada nasabah setia, tetapi juga mendorong inklusi keuangan di Indonesia.
“DHB 2025 merupakan langkah konkret kami dalam meningkatkan inklusi keuangan,” ujar Andreas Kurniawan, Chief Digital Officer, PT Bank Danamon Indonesia Tbk.
“Dengan memberikan berbagai hadiah menarik, kamiberharap semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk membuka rekening dan menggunakan layanan perbankan digital,” tambahnya.
Salah satu keunggulan DHB 2025 adalah skema pengumpulan nomor undian yang lebih variatif dan mudah diikuti. Nasabah memiliki kesempatan untuk memenangkan hadiah dari tiga jenis undian: Undian Tabungan, Undian Transaksi D-Bank PRO, dan Undian Grand Prize. Pengumpulan nomor undian dapat dilakukan melalui aktivitas menabung dan bertransaksi menggunakan aplikasi D-Bank PRO yang mencakup pembayaran tagihan (telepon, internet, TV), top-up saldo game dan e-wallet, pembayaran melalui virtual account, beli pulsa dan paket data, hingga transaksi valas dan investasi.
Untuk Undian Tabungan yang dilakukan setiap empat bulan di 11 wilayah operasional Danamon, nasabah berkesempatan memenangkan hadiah mulai dari 440 tabungan Danamon LEBIH PRO dengan saldo USD 250, 330 unit Macbook Air 13″, sampai 44 unit Honda BRV Prestige.
Lalu, Undian Transaksi D-Bank PRO yang dilakukan setiap empat bulan secara nasional, menawarkan hadiah berupa 50 paket wisata ke Jepang, serta 100 voucher perjalanan masing-masing senilai Rp5 juta dan 400 voucher perjalanan masing-masing senilai Rp1 juta.
Sementara itu, Undian Grand Prize yang dilakukan secara nasional di akhir periode DHB 2025, memberikan kesempatan untuk memenangkan 25-unit voucher belanja senilai Rp10 juta, 150 tabungan Danamon LEBIH PRO dengan saldo USD 100.
Program DHB 2025 juga sejalan dengan upaya Danamon untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan inklusi keuangan dan percepatan transaksi digital. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK tahun 2024 mencatat indeks inklusi keuangan di Indonesia masih di angka 75,02%, di bawah target OJK sebesar 93% pada tahun 2027. Sementara itu, Bank Indonesia mencatat pertumbuhan pesat untuk transaksi menggunakan QRIS sebesar 226,54% year-on-year pada triwulan II-2024.
“Program seperti DHB diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk memiliki rekening tabungan di bank serta menggunakannya untuk melakukan transaksi keuangan sehari-hari, sehingga dapat mendukung pemerintah meningkatkan indeks inklusi keuangan dan transformasi digital sistem keuangan di Indonesia,” tandas Andreas.[rea]






