Sampang (beritajatim.com) – Petani cabai yang tersebar di Kabupaten Sampang, mulai kelimpungan lantaran harga cabai belakangan hari ini anjlok tiga kali lipat dari harga normal.
Penyebab harga cabai terjun bebas ini karena hasil panen melimpah, sementara permintaan pasar atau konsumen menurun. Sehingga, melimpahnya hasil panen cabai, ternyata tidak membawa keuntungan bagi petani, melainkan sebaliknya.
Menurut Zainal petani cabai asal Desa Kara, Kecematan Torjun, Kabupaten Sampang, mengaku Biasanya, tengkulak membeli cabai dengan harga Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram, kini hanya laku berkisar Rp10 ribu per kilogram.
[berita-terkait number=”5″ tag=”cabai”]
“Sebenarnya anjloknya harga cabai ini dampak dari PKM Level 4 yang selalu di perpanjang, pasar banyak tengkulak yang tidak beroprasi,” terang Zainal, Sabtu (7/8/2021).
Menurutnya, anjloknya harga cabai juga lantaran para pengepul banyak stok. Apalagi di tengah PPKM konsumsi cabai menurun karena banyaknya UMKM yang tidak berjualan. Tentunya, fakta tersebut berdampak kepada hasil tani.
Hal senada juga dikatakan oleh Salam (45) petani cabai lainya mengatakan, menurunya harga cabai saat ini membuat para petani merugi. Sebab, biaya oprasional dan perawatan tanaman tidak seimbang dengan penjualan. “Kami berharap kondisi ini segera pulih seperti biasanya, karena dampak PPKM sangat dirasakan oleh petani,” tandasnya.[sar/kun]






