Jombang (beritajatim.com) – Kebijakan baru pemerintah Amerika Serikat yang memberlakukan kenaikan tarif pajak terhadap produk-produk asal Indonesia menimbulkan dampak nyata bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), termasuk perajin manik-manik di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sejak kebijakan itu diumumkan, ekspor manik-manik ke Negeri Paman Sam terpaksa dihentikan sementara.
Amerika Serikat selama ini merupakan salah satu pasar utama kerajinan manik-manik asal Jombang yang telah dikenal luas hingga mancanegara. Dengan adanya penundaan ekspor, ratusan kilogram produk siap kirim kini menumpuk di galeri-galeri milik perajin.
“Saat ini kami menunda pengiriman ke Amerika karena menunggu hasil negosiasi antara pemerintah Indonesia dan Amerika terkait kebijakan pajak tersebut,” ujar Suloso (53), perajin sekaligus eksportir manik-manik asal Plumbon Gambang, Kamis (17/4/2025).
Biasanya, Suloso mengirimkan antara 50 hingga 70 kilogram manik-manik setiap kali menerima pesanan dari Amerika Serikat, dengan nilai transaksi yang berkisar antara Rp50 juta hingga Rp70 juta. Nilai tersebut sangat berarti, mengingat sebagian besar pelaku usaha kerajinan di desa ini bergantung penuh pada ekspor untuk mendukung perekonomian keluarga mereka.
Menurut Suloso, memaksakan pengiriman di tengah tarif pajak yang tinggi justru akan membawa kerugian. “Kalau tetap dikirim dengan pajak tinggi, kami bisa rugi. Jadi lebih baik ditunda dulu sambil menunggu situasi membaik,” ujarnya.
Desa Plumbon Gambang dikenal sebagai sentra pengrajin manik-manik berbahan dasar limbah kaca dan beling. Proses pembuatannya dilakukan secara handmade, yang menjadi keunikan sekaligus nilai jual tersendiri dari produk ini. Terdapat sekitar 35 perajin aktif dan lebih dari 200 kepala keluarga yang menggantungkan hidup dari usaha ini.
Meski ekspor ke Amerika terhenti, aktivitas produksi tidak sepenuhnya berhenti. Para perajin masih tetap melayani pasar domestik dan permintaan dari negara-negara lain seperti Jepang, Australia, negara-negara di Afrika, dan beberapa kawasan di Asia.
Produk manik-manik Jombang dipasarkan dengan harga eceran mulai dari Rp30 ribu hingga Rp500 ribu per untai, tergantung pada jenis dan kualitasnya. Para perajin berharap kebijakan tarif baru dari pemerintah Amerika Serikat dapat segera ditinjau ulang agar ekspor bisa kembali berjalan normal. [suf]






