Bojonegoro (beritajatim.com) – Dampak peristiwa hidrometeorologi berupa bencana angin kencang menyebabkan ratusan rumah di Kabupaten Bojonegoro rusak. Sedikitnya ada 180 rumah rusak sepanjang Oktober hingga awal Desember 2024, Rabu (4/12/2024).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Laela Noer Aeny mengatakan, 180 rumah yang rusak itu karena terdampak peristiwa hidrometeorologi berupa bencana angin kencang disertai hujan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Aeny merinci, jumlah ratusan rumah yang rusak itu terbagi dalam 3 kategori, yakni 138 rumah mengalami rusak ringan, 18 rumah mengalami rusak sedang, dan 24 rumah mengalami rusak berat hingga rata dengan tanah. “Kejadian itu sejak Oktober hingga sekarang,” ujar Aeny.
Terhadap rumah yang mengalami rusak ringan dan sedang, Aeny menjelaskan, pihaknya telah memberikan bantuan berupa sembako dan terpal. Sedangkan, untuk rumah yang rusak berat hingga rata dengan tanah, bisa mengajukan santunan.
“Hal itu sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 35 tahun 2019,” jelas perempuan yang pernah menjabat Camat Kepohbaru itu.
Pihaknya mengimbau, menjelang puncak bencana Hidrometeorologi yang diprediksi terjadi pada bulan Desember ini, para warga agar lebih waspada. Pasalnya, hujan yang terjadi akhir-akhir ini tergolong cukup ekstrim. Karena selain intensitas tinggi, juga disertai angin kencang dan petir.
“Hindari keluar rumah saat hujan, jika memang tidak ada keperluan yang penting sekali, dan hindari wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi luapan air,” pungkasnya. [lus/aje]






