Surabaya (beritajatim.com) – Identitas korban yang hanyut akibat tenggelamnya perahu tambang di Sungai Brantas Surabaya sudah diketahui, hingga kini petugas masih melakukan pencarian, Sabtu (25/3/2023).
Adapun korban merupakan perempuan (23) bernama Desire Penny Cindy Keterin. Ia merupakan warga Kemlaten Gg. VIII, Karangpikang, Surabaya. Adapun ciri-cirinya disebutkan memakai jaket merah, celana jeans, dan helm putih.
Sejak pagi, proses pencarian yang sudah dilakukan petugas ialah dengan cara melakukan penyisiran dan penyelaman. Namun, hinga berita ini diturunkan Desiree belum juga ditemukan.
Sebelumnya dalam data command center 112 Surabaya, disebutkan bahwa ada 11 orang yang selamat dan dua orang lainnya menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan satu korban masih dinyatakan hilang, akibat hanyut terbawa arus sungai.
Melansir dari akun Instagram resmi call center 112 Surabaya, tenggelamnya transportasi Sungai Brantas ini lantaran adanya kebocoran di bagian sisi perahu.
BACA JUGA: Perahu Penyeberangan Penghubung Jalan Mastrip dan Pagesangan Tenggelam, Satu Orang Dalam Pencarian
“Menurut pengemudi perahu sebelumnya hendak menyebrang dari jl. mastrip ke pagesangan namun sekitar 3 meter dari titik awal penyebrangan perahu mengalami kebocoran sehingga tenggelam,” keterangan yang menyertai unggahan video akun Instagram @call112surabaya.
Video tenggelamnya perahu penyebrangan ini pun ramai diperbincangkan. Tak sedikit juga yang khawatir, lantaran standart keamanan yang dirasa kurang dan pemerintah dianggap kurang tegas.
“Masih saja perahu ini, dari aku kecil pasti ada saja.. harusnya pemerintah buat standart keselamatan untuk perahu-perahu yang beroperasi. Kalau memang dilarang ya sudah kasih jalan atau jembatan yang dapat di akses agar cepat dan efisien,” ujar @meicaniago_mua.
Ada juga warganet yang mempertanyakan perihal sebab tenggelamnya perahu penyebrangan tersebut. Menurutnya bukan karena faktor kebocoran, melainkan kelebihan muatan. (fyi/nap)






