RINGKASAN BERITA:
- Fase kedatangan Gelombang I di Madinah berakhir 7 Mei 2026 dan beralih ke Bandara King Abdulaziz Jeddah.
- Sebanyak 89.377 jemaah haji Indonesia telah mendarat di Tanah Suci hingga Selasa (5/5/2026) pagi.
- Dari total kedatangan, tercatat 19.315 jemaah masuk kategori lanjut usia (lansia) yang memerlukan pendampingan khusus.
- Petugas Daker Bandara dibagi menjadi dua tim untuk memastikan transisi layanan antar kota berjalan tanpa kendala.
Madinah (beritajatim.com) – Fase kedatangan jemaah haji Indonesia Gelombang I di Madinah resmi berakhir pada 7 Mei 2026 dini hari, dan operasional Daerah Kerja (Daker) Bandara akan segera beralih penuh ke Jeddah untuk menyambut Gelombang II.
Hingga Selasa (5/5/2026) pukul 06.00 Waktu Arab Saudi (WAS), tercatat sebanyak 230 kelompok terbang (kloter) telah mendarat, yang mencakup 43,64 persen dari total rencana pemberangkatan tahun ini.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, pergerakan arus kedatangan di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz saat ini dalam kondisi stabil dan terkendali.
Secara kumulatif, total jemaah yang telah menginjakkan kaki di Tanah Suci mencapai 89.377 orang, dengan angka signifikan pada jemaah lanjut usia (lansia) sebanyak 19.315 jiwa.
Kepala Daker Bandara, Abdul Basir, menyatakan bahwa pihaknya telah merancang skema transisi yang adaptif agar pelayanan tidak terputus saat operasi berpindah kota. Setelah pelayanan Gelombang I di Madinah tuntas, seluruh personel secara bertahap akan digeser menuju Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.
“Pada saat yang sama, kami akan langsung memulai pelayanan gelombang II di Jeddah pada pagi harinya,” kata Basir.
Strategi Transisi dan Pembagian Tim
Guna memastikan kualitas layanan tetap terjaga, PPIH Daker Bandara menerapkan pembagian tugas yang ketat. Sebagian personel tetap disiagakan di Madinah untuk menuntaskan kloter terakhir Gelombang I, sementara sebagian lainnya sudah mulai diberangkatkan ke Jeddah untuk menyiapkan sarana prasarana serta koordinasi dengan otoritas bandara setempat.
Basir menekankan bahwa manajemen personel menjadi faktor krusial dalam peralihan ini, mengingat ritme kerja yang padat di tengah cuaca panas ekstrem. “Stamina dan manajemen personel menjadi kunci. Tapi semua sudah kami rancang,” tegasnya.
Tantangan Layanan Jemaah Lansia
Besarnya jumlah jemaah lansia yang mencapai lebih dari 19 ribu orang menjadi perhatian utama Kemenhaj RI. Pendampingan yang memadai sejak jemaah turun dari pesawat hingga memasuki bus menuju pemondokan terus diperketat, terutama dalam memitigasi risiko kelelahan dan dehidrasi.
Pergeseran operasional ke Jeddah diperkirakan akan memberikan dinamika baru bagi para petugas, mengingat karakter bandara dan prosedur teknis yang berbeda.
Namun, dengan koordinasi yang telah dipersiapkan matang, Daker Bandara optimistis fase Gelombang II akan berjalan lancar guna memastikan kenyamanan seluruh tamu Allah hingga akhir masa kedatangan nanti. [ian/MCH]

as a preferred source on Google




