Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang hari raya kurban, stok daging sapi dan kambing biasanya akan melimpah di dapur. Namun, di tengah kegembiraan itu, muncul pertanyaan klasik: mana yang sebenarnya lebih unggul untuk kesehatan tubuh? Banyak yang menghindari kambing karena takut tensi naik, namun ada juga yang waspada pada sapi karena masalah kolesterol. Mari kita bedah faktanya secara medis agar Anda tidak salah pilih.
Jika bicara soal kandungan lemak dan kalori, daging kambing secara mengejutkan lebih unggul bagi Anda yang sedang menjaga berat badan. Dalam takaran 100 gram, daging kambing hanya mengandung sekitar 143 kalori dan 3 gram lemak. Bandingkan dengan daging sapi yang bisa mencapai 250 kalori dan 15 gram lemak pada porsi yang sama. Kambing juga memiliki lemak jenuh yang lebih rendah, menjadikannya pilihan yang sebenarnya lebih ramah untuk kesehatan jantung—selama tidak dimasak dengan santan berlebih.
Namun, daging sapi punya keunggulan tersendiri di sisi kepadatan nutrisi. Daging sapi dikenal sebagai sumber protein yang sangat padat dan mengandung zat besi (heme iron) yang lebih tinggi serta zinc yang melimpah. Bagi mereka yang sedang dalam masa pertumbuhan, pemulihan pasca sakit, atau ingin membentuk massa otot, daging sapi adalah “juaranya”. Kandungan vitamin B12 pada sapi juga sangat baik untuk menjaga sistem saraf dan kesehatan otak.
Lantas, kenapa stigma “kambing bikin darah tinggi” begitu melekat? Faktanya, bukan dagingnya yang memicu tekanan darah, melainkan teknik pengolahannya. Penggunaan garam yang tinggi saat membakar sate atau santan kental pada gulai itulah yang sebenarnya menjadi pemicu utama. Daging kambing bersifat termogenik (menghasilkan panas tubuh saat dicerna), namun itu tidak secara otomatis menaikkan tekanan darah jika dikonsumsi dalam batas wajar.
Kesimpulannya, keduanya memiliki keunggulan masing-masing sesuai kebutuhan tubuh Anda. Jika ingin yang rendah lemak, kambing adalah pilihannya. Jika ingin asupan energi dan zat besi yang kuat, sapi pemenangnya. Kuncinya tetap satu: perhatikan porsi, buang lemak yang menempel, dan imbangi dengan sayuran hijau agar pencernaan tetap lancar. Jadi, setelah tahu faktanya, Anda tim daging kambing atau daging sapi nih?
[Devi Dwi Windah Sari]






