Surabaya (beritajatim.com)- Bayam adalah sayuran hijau yang sangat populer di Indonesia. Sayur bayam sering jadi menu andalan karena cara memasaknya yang praktis.
Sering kali kita memasak sayur bayam dalam jumlah banyak, hingga tidak jarang ada sisa yang kemudian dipanaskan kembali.
Namun, biasanya saat anda ingin memanaskan kembali sayur bayam itu, anda teringat dengan peringatan orang tua tentang sayur bayam tidak boleh dipanaskan ulang, karena bisa menjadi beracun.
Bayam memang mengandung nitrat alami. Nitrat ini sebenarnya tidak berbahaya saat dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Namun, jika sayur bayam dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang, bakteri bisa berkembang dan mengubah nitrat menjadi nitrit. Dalam kondisi tertentu, nitrit dapat berubah menjadi senyawa yang kurang baik bagi tubuh, terutama jika dikonsumsi berlebihan.
Sayur Bayam berubah menjadi beracun sebenarnya bukan hanya karena dipanaskan ulang, melainkan karena cara penyimpanannya yang salah. Jika bayam setelah dimasak langsung didinginkan dan disimpan di dalam kulkas, resiko perubahan zat tadi bisa ditekan.
Sebaliknya, jika dibiarkan semalaman di suhu ruang lalu baru dipanaskan kembali, tentu kualitasnya sudah menurun dan tidak lagi segar.
Selain masalah nitrat dan nitrit, nilai nutrisi dalam bayam juga akan berkurang seiring dengan pemanasan yang berulang.
Vitamin C dan beberapa vitamin larut air yang terdapat dalam bayam akan rusak ketika dipanaskan berkali-kali.
Dengan kata lain, meskipun bayam yang dipanaskan ulang tidak benar-benar beracun, nilai gizinya sudah tidak sebanyak bayam yang baru dimasak.
Oleh karena itu, penting untuk memastikan cara penyimpanan sayur bayam dilakukan dengan benar. Pertama, segera dinginkan sisa bayam setelah matang dan masukkan ke dalam wadah tertutup lalu simpan di kulkas.
Idealnya, sisa makanan tidak dibiarkan lebih dari dua jam pada suhu ruangan. Kedua, saat memanaskan ulang, pastikan bayam dipanaskan hingga benar-benar panas merata. Ketiga, hindari memanaskan bayam lebih dari sekali karena setiap pemanasan akan semakin mengurangi nutrisinya dan meningkatkan risiko pembentukan senyawa berbahaya.
Selain itu, penting juga untuk memperhatikan kondisi bayam sebelum dipanaskan kembali. Jika aromanya sudah berubah, warnanya menjadi terlalu gelap, atau teksturnya terasa sangat lembek dan berlendir, sebaiknya jangan lagi dikonsumsi.
Tak hanya itu, pastikan anda menghindari memasak sayur bayam dengan porsi besar yang berlebihan, untuk mengurangi resiko-resiko diatas dan mubazir.
Jadi, selama anda melakukan cara penyimpanan yang benar, memanaskan ulang dengan tepat, sayur bayam tetap aman untuk dikonsumsi. Dengan kebiasaan sederhana seperti memasak secukupnya dan menyimpan makanan dengan baik, kita bisa tetap menikmati sayur bayam dengan tenang tanpa rasa khawatir berlebihan. [Wakhdah Alisa Berliana]






