Situbondo (beritajatim.com) – Cuaca ekstrem kembali menerjang Kabupaten Situbondo pada Selasa (24/2/2026) dini hari. Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan dua pohon tumbang dan menimpa rumah milik seorang lansia di Desa Balung, Kecamatan Kendit.
Rumah semi permanen milik Ibu Ina (81), warga Kampung Krajan Utara RT 02 RW 01, rusak total akibat tertimpa pohon. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 05.00 WIB saat hujan deras mengguyur wilayah Kendit dan sekitarnya.
“Dua pohon tumbang dan menimpa bagian rumah korban. Saat kejadian, Ibu Ina sedang berada di luar rumah usai sahur, sehingga selamat,” ujar Puriyono, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, warga setempat bersama pemilik rumah langsung bergotong royong mengevakuasi pohon tumbang menggunakan gergaji mesin dan peralatan seadanya sebelum tim tiba di lokasi.
Berdasarkan hasil asesmen cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops BPBD Situbondo, rumah berukuran 6 x 4 meter dengan tinggi sekitar 3 meter tersebut mengalami kerusakan total. Taksiran kerugian material mencapai kurang lebih Rp20 juta.
Puriyono menjelaskan, setelah menerima laporan dari warga, pihaknya langsung melakukan peninjauan lokasi, berkoordinasi dengan Kecamatan Kendit, Koramil, Polsek, Pemerintah Desa Balung, serta relawan.
“Tim melakukan kaji cepat terkait kerusakan dan kebutuhan mendesak korban. Selanjutnya akan dilakukan tahap Jitupasna atau pengkajian kebutuhan pascabencana sebagai dasar penyaluran bantuan logistik dan dukungan lainnya,” jelasnya.
Unsur yang hadir di lokasi antara lain staf Kecamatan Kendit, anggota Polsek dan Koramil Kendit, Tagana, Agen Informasi Bencana, perangkat desa, serta warga sekitar.
Puriyono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat intensitas hujan dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Situbondo.
“Kami minta warga waspada, terutama yang memiliki pohon besar di sekitar rumah. Lakukan pemangkasan jika diperlukan agar tidak membahayakan saat cuaca ekstrem,” tegasnya. [awi/beq]






