Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna meninjau ketersediaan dan jalur distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram. Peninjauan ini dilakukan langsung di Pangkalan milik Muh Nur Khomari yang berlokasi di kawasan Jemursari, Kota Surabaya.
Dalam kunjungannya, Wagub Emil memastikan bahwa stok elpiji “melon” di tingkat pangkalan masih mencukupi untuk kebutuhan harian masyarakat. Ia pun berinteraksi langsung dengan pengelola pangkalan dan warga yang sedang membeli gas untuk memastikan tidak ada kendala dalam proses distribusi.
Kepada awak media dan masyarakat yang hadir, Emil Elestianto Dardak memberikan pesan khusus agar warga tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
”Kami berpesan kepada seluruh masyarakat Jawa Timur, khususnya warga Surabaya, belilah elpiji 3 kg ini dengan sewajarnya. Gunakan energi secara bijaksana dan jangan melakukan panic buying yang justru bisa memicu kelangkaan semu di lapangan,” tegas Emil.
Tak hanya bagi rumah tangga, Emil juga memberikan lampu hijau bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tetap bisa mengakses elpiji bersubsidi tersebut. Namun, ia menekankan adanya batasan jumlah maksimal pembelian agar asas keadilan bagi seluruh konsumen tetap terjaga.
Senada dengan Wagub, pihak Pertamina memberikan jaminan penuh terhadap pasokan energi bagi masyarakat Jawa Timur. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, menegaskan bahwa ketahanan stok elpiji dalam kondisi aman.
Iwan menyatakan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan distribusi dari terminal gas hingga ke agen dan pangkalan secara real-time. Pertamina berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasokan agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan haknya, terutama bagi mereka yang memang berhak menerima subsidi.
Dengan adanya peninjauan langsung ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap gejolak harga atau kekosongan stok di tingkat pengecer dapat diredam, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan kondusif.[rea]






