Surabaya (beritajatim.com) – Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar “Bright Camp 2025” pada 14–15 November 2025 di Hotel Newstart, Trawas, Mojokerto.
Program ini tak sekadar sosialisasi. Tapi mencetak 34 mahasiswa menjadi ujung tombak mitigasi dan pencegahan kekerasan di lingkungan kampus.
Direktur PPIS, Mutimmatul Faidah mengatakan bahwa peserta bukan hanya dibekali teori. Pendekatan camp dirancang interaktif, langsung ke pengalaman praktis.
“Adik-adik ini adalah ujung tombak perjuangan Unesa melawan berbagai bentuk kekerasan,” kata Mutimmatul, Minggu (16/11/2025).
Ia berharap bekal yang didapat bisa diterapkan peserta untuk mengedukasi rekan-rekan di program studi masing-masing.
“Kekuatan baik ini akan menggelinding menjadi bola salju yang besar dan berdampak signifikan untuk mewujudkan Unesa sebagai ruang bertumbuh yang nyaman dan aman bagi semua,” tambahnya.
Kepala Seksi Intervensi dan Prevensi, Putri Aisyiyah Rachma Dewi menyebut sesi kegiatan lebih banyak didominasi diskusi dan praktik kreatif, alih-alih pengajaran kaku.
Peserta, yang datang dari berbagai prodi, dibekali pemahaman komprehensif isu kekerasan, mekanisme pencegahan dan teknik pendampingan korban, serta public speaking dan pembuatan konten edukasi.
“Mereka juga dilatih untuk mengembangkan strategi kampanye sosial yang kreatif untuk mewujudkan Unesa sebagai kampus aman dan sehat,” jelas Putri.
Antusiasme peserta tinggi. Diskusi kasus dan sharing tips berjalan hangat. Salah satunya Velita, mahasiswa Ilmu Komunikasi sekaligus presenter profesional, yang berbagi teknik pidato dadakan (impromptu) saat sesi public speaking.
Sedangkan peserta dari Prodi Bimbingan dan Konseling PSDKU Magetan, Isna Cahya Faktatista berharap kegiatan ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak mahasiswa di kampus daerah.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan kembali. Program yang sudah dirancang dapat dilaksanakan sebagai tindak lanjut,” tutup Isna. [ipl/but]






