Surabaya (beritajatim.com) – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi S1 Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memperkuat kapasitas guru Sekolah Indonesia Bangkok (SIB) lewat pelatihan bertema “Penguatan Konseptual In-Deep Learning”, Jumat (31/10/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Unesa mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 tentang Quality Education. Pelatihan diikuti 18 peserta, terdiri dari guru SD, SMP, SMA, dan kepala sekolah.
Ketua tim, Fasih Bintang Ilhami menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan guru menghadapi tantangan pembelajaran era digital.
Dua narasumber utama, Prof. Erman, M.Pd dan Muhamad Arif Mahdiannur, M.Pd, memberikan materi konseptual dan praktik penerapan in-deep learning dalam kelas.
“Dengan memahami konsep secara menyeluruh, guru akan lebih siap mengembangkan model deep learning dalam pendidikan, penelitian, maupun inovasi teknologi,” ujar Prof. Erman dalam keterangannya, Selasa (4/11/2025).
Sesi praktik dipandu langsung oleh Muhamad Arif dengan penggunaan aplikasi Nearpod sebagai media pembelajaran interaktif.
Para peserta juga terlibat dalam diskusi dan studi kasus untuk memperdalam pemahaman terhadap penerapan deep learning di dunia nyata.
Kepala Sekolah SIB, Maria Victoria menyebut kegiatan ini relevan dengan kebutuhan sekolah untuk menciptakan pembelajaran yang lebih atraktif dan bermakna.
“Kami sangat antusias karena pelatihan ini mendorong peningkatan kualitas pengajaran dan berdampak langsung pada siswa,” ujarnya.
Pihak SIB berharap kerja sama dengan Unesa dapat berlanjut dengan tema-tema pelatihan lain yang mendukung inovasi dan efektivitas pembelajaran di sekolah luar negeri. [ipl/ted]






