Mojokerto (beritajatim.com) – Guna mencegah wabah Demam Berdarah Dengue (DBD), Polsek Jetis Polresta Mojokerto melakukan pengasapan (fogging). Melalui Bhabinkamtibmas Desa Lakardowo, fogging dilakukan bersama Pemerintah Desa Lakardowo dan petugas Puskesmas Jetis.
Kapolsek Jetis, Kompol Sumaryanto mengatakan, fogging dilakukan di Desa Lakardowo mengingat saat ini di desa tersebut sudah terdapat warga yang telah teridentifikasi terkena gejala demam berdarah. “Ada warga yang sedang dalam perawatan di Rumah Sakit karena deman berdarah,” ungkapnya, Selasa (17/1/2022).
Bhabinkamtibmas bersama Perangkat Desa Lakardowo dan petugas Puskesmas Jetis turun langsung melakukan fogging di tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk serta tumbuhnya jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti. Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah.
“Kepada warga masyarakat Kecamatan Jetis, Desa Lakardowo khususnya agar lebih waspada dan berhati-hati serta selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar tidak terjangkit virus demam berdarah. Karena saat ini, masih musim penghujan. Warga masyarakat juga harus tahu kapan nyamuk ini mengigit,” katanya.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Mojokerto, Iptu MK Umam menambahkan, dalam kegiatan tersebut Polresta Mojokerto melalui Bhabinkamtibmas Desa Lakardowo berkolaborasi bersama perangkat desa dan petugas kesehatan setempat melakukan tindakan fogging.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Mojokerto”]
“Mari bersama-sama untuk menjaga lingkungan sekitar rumah kita agar tetap bersih, dengan melakukan 3M (Menutup, Menguras, dan Mengubur). Singkirkan barang-barang yang tidak dipakai agar tidak menjadi sarang nyamuk. Polisi hadir dan membantu masyarakat guna tercipta suasana yang sehat dan nyaman,” tegasnya.
Mengutip Wikipedia, pengasapan (fogging) adalah sebuah teknik yang dipakai untuk membunuh para serangga yang melibatkan pemakaian semprotan pestisida murni (aerosol) yang diarahkan oleh sebuah pompa udara. Dalam beberapa kasus, uap air panas dipakai untuk menyemprot dan didiamkan dalam waktu yang lama. [tin]






