Surabaya (beritajatim.com) – Seiring perkembangan teknologi, transaksi jual beli sudah banyak dilakukan secara online di kalangan masyarakat.
Selain mempermudah pembeli, para penjual online juga menawarkan harga yang menarik.
Apalagi aplikasi yang menunjang juga dirancang dengan sistem sedemikian rupa agar tidak terjadi kerugian baik di pihak konsumen maupun penjual.
Meski demikian, ada berbagai hal yang perlu diperhatikan agar transaksi yang dilakukan secara online ini sesuai dengan ketentuan syariah.
Melansir dari laman resmi MUI, Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) telah mengeluarkan Fatwa No. 146 Tahun 2021 tentang Online Shop Berdasarkan Prinsip Syariah. DSN-MUI mengeluarkan fatwa ini sebagai ketentuan dan batasan jual beli online berbasis syariah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”doa”]
Berikut tata cara jual beli online menurut fatwa DSN-MUI :
- Format akad jual beli harus dinyatakan secara tegas dan jelas serta dipahami oleh para pihak terkait;
- Ijab (tanda penyerahan barang) terjadi pada saat pedagang menawarkan dan memasarkan barang dan/atau jasa;
- Qabul (tanda penerimaan barang) terjadi pada saat pelanggan menyatakan pembelian barang dan/atau jasa yang ditawarkan (check out);
- Ijab qabul (serah terima barang) dilakukan dalam satu Majelis Akad melalui sarana yang tersedia dalam Platform Online Shop. Misalnya dengan menekan fitur “pesanan telah diterima” dalam aplikasi, itu sudah menunjukkan bahwa penjual dan pembeli telah ijab qabul (serah terima barang).
- Pedagang dalam menawarkan barang kepada pelanggan tidak boleh melakukan tindakan yang menyalahi syariah, di antaranya dilarang melakukan tadlis (deskripsi barang tidak sesuai), tanajusy/najsy (berlebihan dalam mendeskripsikan keunggulan barang) dan ghisysy (testimoni palsu);
- Dalam menawarkan barang, pedagang harus menjelaskan kriteria barang dagangannya dengan jelas, harga (tsaman) dengan jelas, biaya pengiriman (jika ada) dan estimasi waktu penyerahan barang.
Itulah tata cara jual beli online menurut fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No: 146/DSN-MUI/XII/2021, tentang Online Shop Berdasarkan Prinsip Syariah.
MUI berharap, fatwa yang ditandatangani pada tanggal 17 Jumadil Awwal 1443 H atau 22 Desember 2021 tersebut dapat menjadi pedoman bagi masyarakat supaya kehidupannya sesuai tuntunan syariah Islam. (nap)






