Pamekasan (beritajatim.com) – Polres Pamekasan menggelar apel kebangsaan dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) 2024, di Mapolres Pamekasan, Jl Stadion 81 Pamekasan, Selasa (22/10/2024).
Apel tersebut dipimpin Wakapolres Pamekasan, Kompol Andy Purnomo diikuti seluruh jajaran, mulai dari pejabat utama, Kapolsek Jajaran, hingga anggota Polsek. Bahkan seluruh personil juga mengenakan kopiah hitam sebagai bentuk penghormatan.
“Kami ingin menjadikan peringatan Hari Santri Nasional ini sebagai momentum untuk terus menghargai jasa para ulama dan santri yang telah berjuang bagi bangsa. Selamat Hari Santri 2024,” kata Wakapolres Pamekasan, Kompol Andy Purnomo.
Peringatan HSN 2024 mengusung tema ‘Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan’, diharapkan dapat menjadi spirit perjuangan dalam rangka menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Sesuai tema HSN 2024, ini ada dua frase penting. Meliputi kalimat menyambung juang yang merefleksikan semangat melanjutkan perjuangan para ulama dan santri dalam menjaga keutuhan bangsa. Sedangkan merengkuh masa depan menunjukkan komitmen bersama menuju masa depan yang lebih baik dan sejahtera,” ungkapnya.
Melalui spirit tersebut, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya personil Polri di lingkungan Polres Pamekasan, untuk selalu menggambil spirit dari tema HSN 2024. “Mari kita terus menyambung juang merengkuh masa depan,” tegasnya.
“Melalui peringatan ini, kami sangat berharap agar semangat juang para santri tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat, tidak terkecuali anggota Polri dalam menghadapi tantangan di masa depan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, HSN diperingati setiap 22 Oktober berdasar ketetapan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, tertanggal 22 Oktober 2015.
Momentum tersebut mengacu pada awal tercetusnya Resolusi Jihad oleh KH Hasyim Asy’ari, pada 1945 silam. Resolusi ini mengobarkan semangat para santri untuk berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yang kemudian berujung pada peristiwa heroik 10 November 1945 di Surabaya, dan saat ini dikenal sebagai Hari Pahlawan. [pin/ted]







1 Komentar
nice makasih