Blitar (Beritajatim.com) – Makam Bung Karno di Kelurahan Bendogerit Kecamatan Sananwetan Kota Blitar selalu menjadi magnet para calon legislatif (Caleg) menjelang Pemilu. Dari DPRD Kota/Kabupaten hingga DPR-RI, berdatangan untuk berdoa dan berziarah di makam Proklamator tersebut.
Mayoritas mengikuti tradisi ziarah pada umumnya, tetapi beberapa Caleg menunjukkan perilaku unik. Ada yang membawa dupa dari rumah untuk dibakar ketika memanjatkan doa di pusara Bung Karno. Selain itu, beberapa Caleg atau tokoh politik membawa bunga khusus dari rumah untuk ditaruh di atas pusara, meskipun pedagang bunga tabur ada di sekitar Makam Bung Karno.
“Mereka melakukan ritual khusus, namun inti dari semua itu adalah doa. Beberapa meminta imam untuk membantu dalam doa, sementara yang lain memilih membawa dupa atau bunga sendiri,” ungkap Kepala Bidang Pengelolaan Kawasan Wisata Makam Bung Karno Dinas Pariwisata Kota Blitar, Mochamad Syafa’at, pada Minggu (3/9/2023).
Tidak hanya itu, sejumlah tokoh politik juga meminta bantuan seorang imam ketika berdoa di makam Bung Karno. Di sisi lain, ada Caleg atau tokoh politik yang memilih berdoa sendiri di makam presiden pertama tersebut.
Pilihan waktu ziarah juga beragam. Beberapa memilih berziarah saat malam hari, menganggapnya lebih khusyuk karena suasana hening dan minim gangguan dari pengunjung lainnya. Namun, ada yang lebih suka ziarah di siang atau pagi hari.
“Tidak masalah selama tindakan mereka tidak merusak atau mengganggu pengunjung lainnya. Semuanya tergantung pada keyakinan pribadi masing-masing,” tambahnya.
BACA JUGA:
Jelang Pemilu, Tempat Keramat di Blitar Mulai Didatangi Caleg
Caleg yang ziarah ke Makam Bung Karno di Kota Blitar berasal dari berbagai daerah, termasuk dari luar Jawa Timur. Meskipun status mereka sebagai Caleg, mereka tidak mencantumkan afiliasi partai politik dalam buku pendaftaran.
Selain individu, ada Caleg yang melakukan ziarah secara kelompok. Kelompok tersebut biasanya datang dari luar wilayah Blitar. Meskipun beberapa dari mereka mengenakan atribut partai politik, pertanyaan apakah mereka adalah Caleg atau bukan, tetap tidak diajukan untuk menjaga etika.
Makam Bung Karno adalah salah satu destinasi yang sering dikunjungi oleh tokoh politik selama masa Pemilu. Ini bukan hanya dilakukan oleh Caleg lokal, tetapi juga oleh keturunan Bung Karno yang aktif di partai politik. Mereka datang ke makam presiden pertama Republik Indonesia ini untuk berziarah. [owi/suf]






