Jombang (beritajatim.com) – Seorang pria bernama Eko Setiawan (27) mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara melompat ke dalam sumur milik Achmad Syafi’i, di Desa Gumulan Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang, Selasa (19/8/2025). Dugaan sementara. Eko mengalami depresi.
Menurut keterangan Kapolsek Kesamben, Iptu Niswan, informasi pertama kali diperoleh dari perangkat Desa Gumulan yang melaporkan adanya seorang pria yang diduga depresi dan melompat ke dalam sumur sekitar pukul 09.00 WIB.
“Kami langsung menghubungi pihak terkait dan melakukan langkah-langkah evakuasi dengan bantuan tim BPBD Kabupaten Jombang,” ujar Iptu Niswan.
Korban, yang diketahui bekerja sebagai karyawan swasta, berasal dari Dusun Randubeso, Desa Tampingojo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. Berdasarkan penuturan ibu kandung korban, Mariutin (51), Eko Setiawan sempat bercerita tentang perasaan ketakutan yang dialaminya akibat sering menerima ancaman melalui telepon.
Namun, ia tidak mengungkapkan secara rinci permasalahan yang melatarbelakangi perasaan tersebut. Mariutin juga mengungkapkan bahwa pada Senin, 18 Agustus 2025, ia mengantar anaknya ke rumah Achmad Syafi’i di Dusun Gumulan.
“Anaknya ingin bermalam di rumah Bapak Achmad, dan saya tidak menduga bahwa esok hari akan terjadi kejadian seperti ini,” tambah Mariutin.
Sehari sebelum kejadian, Eko Setiawan tampak begadang hingga larut malam bersama dua teman, Iwan dan Ali. Ibu rumah tangga Suryati (70), istri dari pemilik rumah, menyaksikan Eko Setiawan berada di luar rumah dengan kondisi tangan kiri berdarah pada pagi harinya.
Saat ditanya, Eko Setiawan tidak memberikan jawaban, namun ia langsung membuka penutup sumur dan terjun ke dalamnya. Setelah kejadian, Suryati berteriak meminta bantuan, dan warga sekitar segera datang ke lokasi.
Kepala Dusun Gumulan, Tusa, beserta aparat keamanan setempat segera mengevakuasi korban yang diduga dalam kondisi depresi dan memberontak. Tim BPBD Kabupaten Jombang yang datang ke lokasi berhasil mengevakuasi Eko Setiawan dari dalam sumur pada pukul 10.00 WIB dalam keadaan selamat.
Setelah itu, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. [suf]
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala depresi atau menunjukkan tanda-tanda ingin melakukan aksi bunuh diri, segera cari bantuan profesional. Anda bisa menghubungi layanan darurat Kementerian Kesehatan di nomor 119 untuk mendapatkan pertolongan.






