RINGKASAN BERITA:
- PPIH Daker Bandara menyediakan bus khusus untuk jemaah disabilitas yang tidak mampu berdiri.
- Layanan transportasi khusus ini diberikan secara cuma-cuma demi kenyamanan jemaah lansia.
- Hingga kini, tercatat 30.611 jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci.
- Kemenhaj RI memperkuat tagline Haji Ramah Lansia dengan fasilitas kursi roda hingga mobil golf.
Madinah (beritajatim.com) – Layanan “Haji Ramah Lansia dan Perempuan” benar-benar diwujudkan oleh petugas haji di Bandara Madinah melalui penyediaan bus khusus disabilitas bagi jemaah yang mengalami keterbatasan gerak fisik.
Fasilitas ini diberikan secara gratis untuk menjamin jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti riwayat stroke, tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan aman sejak menginjakkan kaki di Arab Saudi.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, salah satu jemaah yang merasakan manfaat fasilitas ini adalah Fauziah Rahmaddin Kadema (62).
Jemaah asal kloter 3 Embarkasi Padang (PDG) tersebut memiliki riwayat stroke dan gangguan saraf motorik akibat terjatuh, sehingga tidak memungkinkan untuk menaiki bus jemaah pada umumnya.
“Alhamdulillah, petugas membantu memberikan fasilitas seperti ini untuk kelancaran ibadah saya,” ujar Fauziah penuh haru saat mendarat di Bandara Madinah pada Minggu (26/4/2026) petang.
Didampingi putrinya, Fitri Wulandari (36), Fauziah yang duduk di kursi roda dapat langsung masuk ke kabin bus khusus tersebut tanpa harus dipindahkan secara manual yang berisiko memperparah kondisinya.
Komitmen Layanan Inklusif dan Gratis
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, menegaskan bahwa penyiapan kendaraan khusus ini merupakan prosedur tetap untuk merespons kebutuhan mendesak jemaah di lapangan.
Ia mengungkapkan bahwa petugas sebelumnya telah mencoba berbagai cara untuk menaikkan Fauziah ke bus reguler, namun kondisi fisiknya memang memerlukan penanganan khusus.
“Beliau (Fauziah) tidak bisa dinaikkan ke dalam bus. Dengan berbagai cara sudah kita coba. Akhirnya kita mendatangkan bus khusus untuk disabilitas,” kata Abdul Basir. Langkah taktis ini mempertegas komitmen Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI untuk tidak membiarkan satu pun jemaah kesulitan akses mobilitas.
Basir juga memastikan bahwa seluruh fasilitas tambahan ini tidak dipungut biaya sepeser pun. “Bahkan jika jemaah hanya satu orang membutuhkan layanan seperti itu, kita berusaha mendapatkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan jemaah dan fasilitas itu gratis,” tambahnya.
Update Data: 6.172 Jemaah Lansia Tiba
Hingga Minggu (26/4/2026) pukul 18.00 Waktu Arab Saudi, arus kedatangan jemaah haji Indonesia terus mengalir dengan total mencapai 30.611 orang yang tersebar dalam 78 kloter. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.172 jemaah masuk dalam kategori lanjut usia (lansia) yang membutuhkan pengawasan ekstra.
Tingginya angka jemaah lansia musim ini disikapi PPIH Daker Bandara dengan kesiagaan layanan responsif. Di area terminal, petugas telah menyiagakan mobil golf dan ratusan kursi roda untuk memangkas jarak jalan kaki jemaah.
Selain itu, jemaah lansia juga dibekali dengan fasilitas pendukung seperti pampers dan payung untuk menghadapi cuaca di Madinah.
“Angka ini menjadi perhatian kami, karena pelayanan di bandara harus benar-benar responsif terhadap kondisi jemaah,” tutup Abdul Basir. Upaya ini merupakan ikhtiar agar jemaah risti (risiko tinggi) tetap terlindungi dan mendapatkan perhatian maksimal sejak fase kedatangan hingga proses mobilisasi menuju hotel di sekitar Masjid Nabawi. [ian]






