Blitar (beritajatim.com) – Eskalasi politik di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar mulai menghangat. Menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan pada 28 Maret 2026, bursa calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kini diramaikan oleh enam nama besar yang merepresentasikan kekuatan struktural, legislatif, hingga aktivis akar rumput.
Keenam kandidat ini diprediksi akan bersaing ketat untuk menakhodai partai berlambang bola dunia tersebut untuk masa bakti 2026-2031. Siapa saja mereka?
Duel Petahana dan Tokoh Senior
Nama Rini Syarifah atau yang akrab disapa Mak Rini, tetap menjadi magnet utama. Sebagai petahana Ketua DPC sekaligus mantan Bupati Blitar perempuan pertama, Mak Rini memiliki modal kuat berupa pengalaman manajerial partai dan jaringan birokrasi yang mapan.
Namun, langkah Mak Rini tidak akan melenggang sendirian. Muncul nama Nur Fathoni, legislator senior yang telah empat periode berturut-turut duduk di kursi DPRD Kabupaten Blitar.
Sosoknya yang kenyang pengalaman di parlemen dan piawai dalam merumuskan regulasi daerah menjadikannya sebagai kompetitor yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Kekuatan Fraksi dan Arus Basis
Dari barisan legislatif aktif, muncul dua nama yang tengah naik daun yakni Muhammad Rifa’i dan Lutfi Aziz.
Muhammad Rifa’i, saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar. Dikenal dekat dengan kalangan mahasiswa (PMII) dan intens mengawal program kerakyatan seperti makan bergizi gratis, Rifa’i dianggap sebagai representasi kader muda yang progresif.
Lutfi Aziz, atau yang akrab disapa Kaji Lut, Ketua Fraksi PKB sekaligus Ketua Komisi II DPRD ini memiliki basis massa solid di wilayah barat (Dapil 3). Latar belakangnya sebagai mantan Ketua GP Ansor memberikan nilai tambah dalam mengonsolidasi kekuatan pemuda Nahdliyin.
Intelektual Muda dan Jaringan Provinsi
Kejutan muncul dengan hadirnya Ufik Rohmatul Fitria. Ketua PC Fatayat NU Blitar ini membawa angin segar sebagai representasi aktivis perempuan dan pengusaha. Alumnus UIN Sunan Kalijaga ini dipandang mampu menarik simpati pemilih perempuan dan kalangan milenial melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi.
Sementara itu, Ahmad Tamim (Gus Tamim) hadir sebagai sosok “pendekar” dari level provinsi. Anggota DPRD Jawa Timur ini dianggap sebagai figur penghubung antara kebijakan wilayah dan daerah.
Kehadirannya di bursa calon mengisyaratkan adanya keinginan untuk melakukan sinkronisasi gerak partai dari tingkat Jatim hingga ke akar rumput Blitar.
Mekanisme Ketat: Tak Sekadar Adu Populer
Meski enam nama telah mencuat, kursi Ketua DPC tidak akan ditentukan hanya lewat adu kuat popularitas. Sumber internal PKB menyebutkan bahwa partai memiliki mekanisme “penyaringan” yang sangat selektif.
“Tim penataan struktur dari DPW akan melakukan pemetaan. Nama-nama yang disetujui DPP nantinya dibawa ke Muscab. Setelah itu, kandidat wajib melewati Uji Kompetensi dan Kelayakan (UKK),” ujar sumber tersebut.
Hal ini menegaskan bahwa siapapun yang terpilih nanti, harus memiliki rapor integritas yang bersih dan visi taktis untuk memenangkan PKB di Pemilu mendatang.
Muscab 28 Maret nanti bukan sekadar agenda rutin lima tahunan. Ini adalah pertaruhan PKB Kabupaten Blitar dalam menentukan nakhoda yang mampu menjaga marwah partai di tengah dinamika politik yang kian kompleks. (owi/ted)






