Pasuruan (beritajatim.com) – Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menegaskan akan segera menindaklanjuti permasalahan tanah gerak yang melanda puluhan warganya di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi. Wacana relokasi rumah warga terdampak menjadi pembahasan serius di internal pemerintah kabupaten.
Menurutnya saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi terkait relokasi rumah warga sempu tersebut. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menyediakan lagan berupa Tanah Kas Desa (TKD).
Namun, pemerintah kabupaten juga perlu menghitung kebutuhan anggaran untuk pembangunan rumah-rumah bagi warga terdampak. Sehingga Pemkab juga perlu berkoordinasi dengan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.
“Pembangunannya nanti akan kami bicarakan dengan teman-teman DPRD, terutama terkait anggarannya. Tentu kami akan hitung secara matang. Kalau melihat kebutuhannya, dengan luasan TKD yang dimiliki pemerintah sekitar 2 hektar, insyaallah mencukupi,” kata dia.
Rusdi menginginkan masyarakat menyadari bahwa kawasan yang selama ini mereka jadikan permukiman sudah tidak aman dari ancaman tanah gerak. Hal ini dikarenakan beberapa bulan lalu bangunan rumah warga retak dan tanahnya gerak.
Pemerintah kabupaten akan segera melakukan pendataan warga terdampak dan menghitung kebutuhan anggaran untuk relokasi. Sehingga nanyinya warga yang terdampak bisa pindah dengan cepat.
Ia berharap proses relokasi dapat berjalan lancar dan warga dapat segera memiliki tempat tinggal yang aman. “Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu warga,” pungkasnya. [ada/beq]






