Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam didampingi Wakil Bupati Fattah Jasin, menemui peserta aksi di tengah gerimis di depan Kantor Pemkab Pamekasan, Jl Kabupaten 107, Selasa (18/10/2022).
Aksi dari sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Madura (UNIRA) Pamekasan, mempertanyakan 5 (lima) program prioritas yang digagas Bupati Badrut Tamam, khususnya selama 4 tahun masa kepemimpinannya.
Kelima program prioritas tersebut, meliputi sektor ekonomi, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta reformasi birokrasi. Di mana semua program tersebut diklaim sudah berjalan maksimal.
[berita-terkait number=”3″ tag=”demo-pamekasan”]
“Dalam empat tahun masa kepemimpinan, Bupati Pamekasan gagal merealisasikan lima program prioritas yang selama ini digembar-gemborkan,” kata salah satu orator aksi, Hendra.
Bahkan mahasiswa juga menilai jika lima program prioritas Bupati Badrut Tamam tidak sesuai dengan fakta di lapangan. “Semua program prioritas itu katanya sudah efektif dan maksimal, buktinya mana,” ungkapnya.
Salah satunya sektor infrastruktur melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dinilai menyimpan banyak persoalan di dalamnya. “Dari itu, kami meminta bapak bupati agar terjun langsung ke bawah, sehingga bisa mengetahui berbagai persoalan yang ada,” jelasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”bupati-pamekasan”]
Sementara Bupati Badrut Tamam menyampaikan realisasi program prioritas yang digagasnya, beberapa di antaranya pada sektor ekonomi melalui program Saputangan Biru alias Wirausaha Baru beserta program lanjutan.
Bahkan dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengapresiasi kritik dan aspirasi dari mahasiswa sebagai kontrol atas kinerja pemerintahan yang dipimpinnya.
“Terima kasih atas kritik dan aspirasinya, hal ini tentunya akan menjadi motivasi dan pemicu semangat bagi kami kami di pemerintahan. Namun yang pasti, dari program prioritas yang kita gagas, semuanya sudah kita laksanakan dan berjalan maksimal,” pungkasnya. [pin/kun]






