Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam kembali meminta para pejabat maupun para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemkab yang dipimpinnya, agar bekerja maksimal memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Selama ini kami sering menyampaikan dan bahkan mempersilahkan para pejabat dan ASN yang ingin mendiskusikan tentang kemajuan Pamekasan, apalagi selama ini kami juga menerapkan sistem kepemimpinan tidak berjarak agar dapat menyelesaikan berbagai persoalan dengan baik,” kata Bupati Badrut Taman, Kamis (12/8/2021).
Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab dirinya meyakini model kepemimpinan tidak berjarak akan membuat beragam persoalan dapat diselesaikan dengan baik. “Karena bagi kami, jabatan ini bukan segala-galanya. Tapi sebagai alat perjuangan dan pengabdian,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bupati-pamekasan”]
“Artinya, jabatan ini sebagai alat untuk membawa kabupaten Pamekasan ini dapat berdaya saing dengan kabupaten maju lain di Indonesia. Sehingga yang mau bekerja sungguh-sungguh, ayo kita diskusi bareng (bersama). Kami ini bupati swasta, tidak usah terlalu negeri,” imbuhnya.
Selain itu pihaknya juga berharap agar para pejabat maupun ASN dapat menyadari pentingnya waktu dalam melaksanakan beragam program yang digagas. “Tentunya pejabat yang sengaja memperlambat realisasi program merupakan bentuk penghianatan kepada pimpinan, bangsa dan negara,” tegasnya.
“Bagaimanapun kalau lambat dalam melaksanakan program, kita busa kehilangan momentum. Kalau kehilangan momentum seperti orang mau buka puasa, tapi justru disiapkan pukul 21:00 WIB. Jadi sekalipun menunya nikmat, tapi momentumnya sudah lewat. Sehingga kita harus sadar momentum dan sadar waktu,” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-pamekasan”]
Tidak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan jika jabatan ataupun profesi dalam bentuk apapun semuanya mengandung resiko. “Kami sebagai bupati juga memiliki resiko yang sangat besar sejak mendaftarkan diri ke KPU sebagai calon bupati, termasuk dengan segala dinamika dan ancamnnya,” bebernya.
“Termasuk juga bagi para pejabat maupun ASN, semuanya juga memiliki resiko dengan beragam potensi yang ada. Namun yang pasti kita harus menjalaninya, karena apapun yang namanya kehidupan tetap ada resiko. Karena itu, setiap keputusan dan tindakan yang diambil pastinya memiliki konsekuensi masing-masing,” sambung Mas Tamam.
Bahkan yang pasti, jabatan tinggi juga ada konsekuensi dan tanggungjawab yang besar dibandingkan jabatan yang rendah. “Tetapi apabila jabatan yang tinggi dijalani dengan ikhlas dan penuh dengan tanggungjawab, tentu reward surga di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala juga lebih tinggi,” pungkasnya. [pin/ted]






