Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Badrut Tamam sangat berharap para siswa SMA dan sederajat, agar dapat memanfaatkan peluang dengan baik untuk berkompetisi pada program beasiswa kedokteran yang digagas Pemkab Pamekasan, bersama Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya.
Harapan tersebut bukan tanpa alasan, sebab pihaknya sangat berharap para siswa dapat memanfaatkan program yang memang dikhususkan bagi masyarakat secara umum, terutama bagi para siswa yang memang memiliki cita-cita menjadi seorang dokter.
“Harapan kami (melalui program beasiswa) agar anak-anak SMA atau yang sederajat di kabupaten Pamekasan, terutama yang ingin menjadi dokter bisa ikut seleksi. Sehingga kompetisinya semakin ketat,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, Senin (14/3/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”bupati-pamekasan”]
Selain itu, pihaknya juga menyampaikan beasiswa kedokteran merupakan salah satu bagian dari lima program prioritas yang digagasnya, khususnya dalam bidang pendidikan. Orientasinya demi menyiapkan sektor Sumber Daya Manusia (SDM) mempuni di masa depan.
“Generasi hebat masa depan itu bukan generasi leye-leye saja, tetapi generasi yang menempa dirinya dalam proses pembelajaran yang baik, produktif, positif, serta memiliki kreativitas, cepat dan inovatif,” tegas bupati muda yang akrab disapa Mas Tamam.
Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, Akhmad Zaini menyampaikan program beasiswa kedokteran tersebut merupakan bentuk kerjasama antara Pemkab Pamekasan, bersama UNAIR Surabaya, sejak 2021 lalu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”program-prioritas”]
“Pada tahun lalu, ada empat orang penerima beasiswa dari total 10 kuota yang disiapkan pemerintah daerah. Tahun ini kami juga menyediakan anggaran untuk empat orang, sekaligus lanjutan program prioritas Pak Bupati yang sudah berlangsung sejak 2020 lalu,” kata Akhmad Zaini.
Seperti diketahui, program beasiswa kedokteran kerjasama antara Pemkab Pamekasan dengan UNAIR Surabaya, berlangsung sejak 2021 lalu. Pada saat itu, kuota tersedia sebanyak 10 orang, namun hanya 4 orang yang dinyatakan lulus seleksi masuk.
Sementara untuk tahun ini, kuota tersedia hanya sebanyak 4 orang dan terbuka untuk semua lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta. Sedangkan untuk penentuan kelulusan calon penerima beasiswa tersebut sesuai dengan standar ketentuan UNAIR Surabaya. [pin/ted]






