Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Kegiatan yang dirangkai dengan dialog perencanaan pembangunan daerah ini berlangsung di Pendopo Graha Maja Tama (GMT).
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra menyampaikan bahwa penyusunan RPJMD merupakan amanat penting yang harus dituntaskan enam bulan setelah pelantikan kepala daerah. “Alhamdulillah, RPJMD Kabupaten Mojokerto Tahun 2025–2029 telah selesai disusun dan ditetapkan tepat pada 20 Agustus 2025, sesuai batas waktu enam bulan setelah kepala daerah dilantik,” ungkapnya, Selasa (23/9/2025).
Gus Barra (sapaan akrab, red) menegaskan, RPJMD bukan sekadar dokumen administratif, melainkan pedoman arah pembangunan daerah dan instrumen evaluasi kinerja pemerintah. Dokumen ini menjadi kompas pembangunan dari tingkat kabupaten hingga desa. Visi pembangunan lima tahun ke depan ditetapkan sebagai “Terwujudnya Kabupaten Mojokerto yang Lebih Maju, Adil, dan Makmur.”
Untuk mencapainya, Pemkab Mojokerto merumuskan empat misi pembangunan yang disebut Catur Abhipraya Mubarok, meliputi peningkatan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan, penguatan sumber daya manusia, pembangunan ekonomi berbasis masyarakat, serta pengembangan infrastruktur. Sejumlah program unggulan juga dipaparkan Gus Barra.
Antara lain Kampung Platform Digital, Mal Pelayanan Publik Digital, beasiswa pendidikan, percepatan penurunan stunting, UMKM Naik Kelas, pembangunan pusat pemerintahan baru, hingga sport center berskala nasional. RPJMD Mojokerto 2025–2029 disusun selaras dengan RPJPD Mojokerto 2025–2045, RPJMN 2025–2029, serta RPJMD Provinsi Jawa Timur 2025–2029. Sinkronisasi juga dilakukan terhadap Asta Cita Presiden, Nawa Bhakti Satya Gubernur, dan program Quick Wins.
“Saya menekankan pentingnya sinkronisasi perencanaan desa dengan RPJMD. Program di tingkat desa harus mendukung prioritas daerah agar manfaatnya dirasakan lebih luas. Pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua. Dengan semangat gotong royong, saya yakin Kabupaten Mojokerto akan menjadi daerah yang lebih maju, lebih adil, dan lebih makmur,” pungkasnya.
Acara tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Ketua dan Anggota Pansus VIII DPRD, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, Kepala Bappeda, camat beserta kasi pembangunan, Kepala Desa, Sekretaris Desa, hingga sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor. [tin/aje]






