Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto meminta seluruh jajaran rukun tetangga dan rukun warga di Kabupaten Jember, Jawa Timur agar membantu pengentasan problem kemiskinan, terutama masalah data.
“Laporan dari RT-RW yang intens. Pak RT dan Pak RW bukan cuma di rumah saja. Pak RT dan RW membantu warga dengan melaporkan (kondisi) ke Pak Kepala Desa (Kades), dari Pak Kades ke Pak Camat, Pak Camar lapor ke kami. Tanpa bantuan, tak mungkin berhasil,” kata Hendy, ditulis Kamis (6/4/2023).
Sepekan program J-Berbagi dilaksanakan, Hendy menemukan sejumlah problem yang harus diselesaikan. Dia masih menemukan masih adanya warga miskin yang memiliki kartu tanda penduduk namun tidak tercatat sebagai penerima bantuan dalam program Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Dari sini, Hendy semakin menyadari bahwa data warga miskin di Jember memang tak sempurna. “Kesempurnaan tak pernah ada. Sering saya katakan verifikasi faktual menjadi penting, dan harus dilakukan periodik. Setahun mungkin bisa dua atau tiga kali,” katanya.
Menurut Hendy, petugas Pemerintah Kabupaten Jember harus sering turun ke bawah. “Kalau ada (yang belum terdata dalam DTKS), harus kita segera data,” katanya.
Ada lagi warga miskin yang sakit tak mampu membeli dan mengambil obat karena masalah transportasi. “Puskesmas yang datang untuk mengirim obat,” kata Hendy.
Problem kemiskinan lainnya adalah tengkes (stunting). “Stunting treatment-nya jelas. Pemkab Jember memberikan asupan gizi. Stunting ini (kondisi) usia dengan tinggi badan tidak sama. Kami masuk dengan memberikan bantuan,” kata Hendy.
Kasus tengkes ini, menurut Hendy, perlu dikontrol. “Treatment-nya benar arau tidak, Ini agar pemerintah hadir benar melihat warganya , karena anak-anak itu generasi penerus berikutnya. Program J-Penting Aksi dalam penanganan angka kematian ibu, bayi, stunting, dan kemiskinan ekstrem penting buat kami,” kata Hendy. [wir]






