Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto mulai menjalankan perintah Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan mengunjungi kantor Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan, Senin (5/8/2024) pagi.
Hendy mendatangi kantor DPC PDIP Jember di kawasan Baratan, Kecamatan Patrang, dengan mengenakan baju bermotif merah hitam dan bercelana hitam, ditemani beberapa orang dekatnya. Di sana ia ditemui Sekretaris DPC PDIP Jember Widarto, Bendahara Agus Sofyan, dan sejumlah pengurus.
Kedatangan Hendy ini memperkuat langkah yang ditempuh Hendy Siswanto Center, tim pemenangannya, yang sudah bertemu dengan pengurus DPC PDIP Jember pada 28 Juli 2024.
Pertemuan antara Hendy dengan pengurus DPC PDI Perjuangan berlangsung selama kurang lebih 45 menit. Usai pertemuan, Hendy menjelaskan kepada wartawan, kedatangannya adalah bagian dari silaturahmi.
“Saya kemarin sudah mendapat surat tugas dari DPP PDI Perjuangan terkait pencalonan saya dalam Pilkada 2024. Perintah surat tugas itu adalah saya harus melakukan konsolidasi lebih intensif soal kesiapan menghadapi Pilkada 2024,” katanya.
Surat tugas untuk Hendy ini diterbitkan DPP PDI Perjuangan pada 26 Juli 2024 dengan ditandatangani oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan M. Prananda Prabowo dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto.
Dalam surat itu, DPP PDI Perjuangan menginstruksikan tiga hal kepada Hendy. Pertama, melaksanakan konsolidasi pemenangan Pilkada 2024 dengan DPD (Dewan Pimpinan Daerah), DPC (Dewan Pimpinan Cabang), PAC (Pengurus Anak Cabang), Ranting, Anak Ranting, dan seluruh elemen PDI Perjuangan di Kabupaten Jember dalam waktu dua minggu setelah surat tugas ini diterbitkan.
Kedua, menyiapkan koalisi partai pendukung untuk memenuhi atau menambah syarat pendaftaran pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Jember pada pilkada serentak tahun 2024 di KPU Kabupaten Jember, sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ketiga, bersama dengan DPD dan DPC PDI Perjuangan membuat pemetaan politik secara nano targeting untuk pemenangan Pilkada 2024 di Kabupaten Jember.
Hendy juga menyampaikan perkembangan proses permohonan hibah kantor DPC PDIP Jember. “Kantor ini selama puluhan tahun berstatus pinjam pakai. Menurut saya sudah saatnya dihibahkan. Kami punya aset cukup banyak, dan PDI Perjuangan adalah partai yang harus disupport pemerintah,” katanya.
Hendy sudah mengirimkan surat kepada DPRD Jember pada 13 Mei 2024 untuk memproses permohonan hibah kantor dari DPC PDIP Jember. Namun hingga saat ini belum ada kepastian dari DPRD Jember soal permohonan tersebut.
“Saya sampaikan ke teman-teman, saya akan ke gedung Dewan. Selain menyampaikan KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara) 2025, kami akan menanyakan tindak lanjut hibah tersebut. Apa problemnya kok lama sekali,” kata Hendy.
Setelah melakukan konsolidasi ini, Hendy akan ke Jakarta lagi untuk melengkapi persyaratan pencalonan kepala daerah Jember, dengan berupaya membangun koalisi dengan Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Golkar. Pasalnya, saat ini dengan delapan kursi di DPRD Jember, PDI Perjuangan harus berkoalisi untuk mencalonkan bupati dan wakil bupati.
Sementara itu, Widarto membenarkan, jika kedatangan Hendy merupakan tindak lanjut surat tugas DPP PDI Perjuangan. “Hari ini beliau hadir di kantor partai. Tentu kami berterima kasih. Saya pikir semangatnya sama agar demokrasi terjaga, dan Jember yang sudah baik bisa ditingkatkan semakin baik,” katanya.
Menurut Widarto, kekurangan Jember bisa diperbaiki bersama-sama. “Ada komitmen yang sama,” katanya.
Widarto juga menyarankan kepada Hendy untuk segera memantapkan koalisi dengan partai lain agar bisa menjadi calon dalam pilkada tahun ini. “Pak Hendy tadi menyatakan siap menjadi anggota PDI Perjuangan, berbaju merah. Bukan sekadar baju, tapi juga menjadi anggota yang di dalamnya melekat sebagai petugas partai,” katanya.
Widarto menjelaskan kepada Hendy tentang langkah-langkah politik yang bisa dilakukan untuk ikut memperjuangkan visi dan misi PDI Perjuangan. “Kalau kita bicara kepentingan partai, kita bicara kepentingan rakyat, karena tidak ada partai yang tidak ingin dekat dengan rakyat. Kami punya keinginan agar kaum Marhaen, kaum lemah, kaum miskin, bisa terangkat nasibnya,” katanya.
Selama ini, Widarto melihat, Bupati Hendy sudah cukup banyak berbuat untuk kaum Marhaen. “Tapi tentu masih banyak yang harus diperbaiki. Kalau kita bersinergi dan bekerja sama, kita jauh lebih baik,” katanya.
Soal kesiapan Hendy berbaju merah atau menjadi kader PDI Perjuangan, Widarto menunggu instruksi DPP. “Kalau DPP sudah memberikan instruksi kepada kami, bahwa Pak Hendy sudah ber-KTA PDI Perjuangan, tentu akan sosialisasikan kepada seluruh struktur kami sampai di bawah bahwa kita ada satu anggota baru lagi yang apapun masih berstatus sebagai bupati,” katanya. [wir]






