Ringkasan Berita
- Mobile JKN memudahkan generasi muda mengakses layanan kesehatan.
- Pelajar asal Kediri mengaku terbantu mengecek status kepesertaan secara digital.
- Fitur kartu digital membuat peserta tidak perlu membawa kartu fisik.
- Skrining kesehatan membantu mendeteksi risiko kesehatan sejak dini.
Kediri (beritajatim.com) – Mobile JKN semakin mempermudah akses layanan kesehatan bagi generasi muda. Kemudahan tersebut dirasakan langsung oleh Salsabila Novianti Putri (17), pelajar kelas XI yang tinggal di Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Melalui aplikasi Mobile JKN, ia dapat mengakses berbagai layanan secara praktis tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.
Salsabila mengatakan kehadiran Program JKN memberikan rasa aman bagi dirinya dan keluarga ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Dengan kepesertaan yang aktif, proses berobat menjadi lebih mudah tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap biaya pelayanan.
“Saya pernah berobat pakai kartu JKN dan prosesnya cukup mudah. Sekarang tidak khawatir lagi kalau sakit sewaktu-waktu, karena sudah ada JKN yang menanggungnya,” ujarnya.
Sebagai pelajar yang akrab dengan teknologi digital, Salsabila mengaku aplikasi Mobile JKN menjadi salah satu inovasi yang paling membantu dalam mengakses layanan administrasi kepesertaan.
Fitur yang paling sering dimanfaatkannya adalah pengecekan status kepesertaan. Melalui telepon genggam, ia dapat memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif tanpa harus meluangkan waktu untuk datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.
“Menurut saya aplikasi Mobile JKN sangat membantu. Saya bisa mengecek status kepesertaan aktif atau tidak dengan mudah hanya melalui handphone (HP). Jadi, tidak perlu repot meluangkan waktu dan menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk datang ke kantor hanya sekadar memastikan status kepesertaan,” katanya.
Selain itu, fitur kartu digital juga menjadi layanan yang paling praktis baginya. Saat membutuhkan pelayanan kesehatan, ia cukup membuka aplikasi Mobile JKN dan menunjukkan kartu digital kepada petugas kesehatan.
“Kartu digital ini sangat praktis ya. Kalau mau berobat tinggal buka HP dan menunjukkan kartunya. Jadi tidak khawatir lagi kalau kartunya tertinggal atau hilang,” ungkapnya.
Tak hanya memanfaatkan layanan administrasi, Salsabila juga menggunakan fitur Skrining Riwayat Kesehatan. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan sejak usia muda menjadi langkah penting untuk mengenali kondisi tubuh sekaligus mendeteksi faktor risiko penyakit lebih awal.
“Saya pernah mencoba fitur Skrining Riwayat Kesehatan. Meskipun masih muda, menurut saya penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Dari hasil skrining, kita bisa lebih waspada dan mulai menerapkan pola hidup sehat,” tuturnya.
Berbekal pengalaman tersebut, Salsabila mengajak para pelajar dan generasi muda memanfaatkan teknologi secara positif, termasuk dengan mengunduh aplikasi Mobile JKN. Menurutnya, teknologi tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga dapat membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan dengan lebih mudah dan cepat.
“Saya sudah merasakan sendiri aplikasi Mobile JKN. Karena itu, saya mengajak peserta JKN lainnya untuk mengunduh dan memanfaatkan aplikasi tersebut. Proses pendaftarannya cepat, tidak membutuhkan waktu lama, dan pastinya banyak manfaatnya,” tutup Salsabila. [nm/ted]






