Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto meminta bantuan Universitas Jember agar mengerahkan mahasiswa untuk ikut membantu pendataan kondisi dan potensi Kabupaten Jember, Jawa Timur.
“Prioritas kami adalah data kemiskinan dulu, karena produk turunan kemiskinan luar biasa banyaknya. Setelah dapat data kemiskinan, (bisa diurai) kenapa miskin, sakitnya apa. Kalau ditanya soal sakitnya apa, itu terkait pengadaan obat di rumah sakit,” kata Hendy.
Selama ini Pemerintah Kabupaten Jember telah memberikan bantuan sosial. “Tapi apa cukup kasih beras saja. Saya tidak senang sebenarnya (hanya) itu. Saya beri beras iya, tapi juga menyelesaikan: ingin kerja apa, jangan hanya menerima, tapi memberilah nantinya. Semangat itu yang harus dimunculkan,” kata Hendy.
Hendy lantas mencontohkan banyak potensi wisata di Jember yang membutuhkan sentuhan kreatif agar lebih dikenal hingga akhirnya dapat memberikan kesejahteraan bagi warga sekitar. “Saya berharap kegiatan KKN tematik juga menjadi wahana yang melahirkan wirausahawan muda yang akan mengembangkan potensi Jember,” katanya.
Hendy berharap lulusan Universitas Jember terutama yang berasal dari Jember tidak perlu selalu mencari kerja di luar kota. “Namun justru turut membangun Jember sebab Jember ini punya banyak potensi,” kata Bupati Jember.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unej”]
Hendy mengakui jika ada warga Jember yang kurang beruntung. “Tua, lansia, tidak punya saudara apa-apa. Itu tetap, wajib (diberi bansos). Tidak akan kami tawari bekerja. Tapi untuk mereka yang berusia produktif, banyak sekali di Jember, usia 40-50 tahun kan masih bisa bekerja. Untuk itulah perlu data akurat,” katanya.
Hendy juga meminta mahasiswa ikut memikirkan inovasi terobosan. “Jember ini ada semua. Kalau sudah kuliah di Unej, lalu keluar Jember, sedih saya ini, karena ini potensi ada semua. Dan kalau bekerja, kenapa harus keluar Jember? Semua ada di Jember, tinggal mengelola saja,” katanya.
Unej berencana menggelar kuliah kerja nyata (KKN) tematik untuk mahasiswa/ “Ini gayung bersambut. Jangan hanya melihat angka kemiskinan untuk apa, tapi produk turunannya: setelah itu harus diketahui lingkungannya, kulturnya, potensi wolayah. Ini kan kesempatan membuka lapangan kerja baru,” kata Hendy.
Hendy berharap, begitu memyelesaikan bangku kuliah, mahasiswa liulusan Unej sudah tahu apa yang hendak dikerjakan. “Puluhan lokasi wisata Jember belum diapa-apakan. Dan itu perlu penanganan segera oleh semua komponen,” katanya. Ia memberi kesempatan kepada kelompok sadar wisata lokal dan mahasiswa. “Kita punya lokasi air terjun Tujuh Bidadari. Luar biasa. Masih asli. Tidak usah bayar, langsung ke sana,” katanya.
Sebagaimana dilansir Humas Unej, Rabu (16/2/2022), Hendy sudah bertemu dengan Rektor Iwan Taruna di aula lantai 3 gedung Rektorat dr. R. Achmad kemarin. Dalam kesempatan itu, ia menerangkan sejumlah problem pendataan dan akibatnya.
Menurut Hendy, banyak warga yang enggan melaporkan anggota keluarga yang telah meninggal. Padahal akurasi data sangat dubutuhkan untuk menghitung warga Jember yang harus mendapatkan vaksin, utamanya vaksin bagi kalangan lansia. “Data kematian ini penting bagi Pemkab Jember, juga bagi pihak warga yang akan berupa akta kematian, sebab akta kematian sangat dibutuhkan untuk mengurusi banyak hal semisal mengurusi warisan dan sebagainya,” katanya.
Hendy mengatakan, akibat data yang kurang akurat ini maka persentase jumlah orang yang sudah mendapatkan vaksin tidak sinkron dengan jumlah warga Jember sesungguhnya. Hal ini dikarenakan, warga yang sudah meninggal masih tercantum sebagai warga.
Hendy berharap dengan pengerahan mahasiswa ke lapangan, maka pengumpulan data yang akurat bisa dicapai/ “Sebab saya yakin mahasiswa memiliki pendekatan serta punya cara tersendiri dalam mencari dan mengolah data,” katanya. [wir/ted]






