Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto mengingatkan kemajemukan masyarakat Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dengan kemajemukan ini, masyarakat harus diberikan opsi lebih dari satu kandidat bupati dan wakil bupati untuk dipilih dalam pemilihan kepala daerah tahun ini.
“Kami yakinkan jangan sampai di Jember ini pilkada (calon tunggal) melawan bumbung (kotak) kosong. Tidak boleh terjadi, karena masyarakat Jember sangat majemuk. Demokrasi harus kita junjung tinggi,” kata Hendy, usai berkunjung ke kantor Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Jember, Senin (5/8/2024).
Hendy memuji PDI Perjuangan sebagai salah satu partai yang menjunjung tinggi demokrasi. “Tentunya kami akan dukung itu. Insyaallah kami akan berbaju merah juga untuk bisa lebih menguatkan dan konsisten, bahwa kami serius memperjuangkan demokrasi di Jember,” katanya.
Bendahara DPC PDI Perjuangan Jember Agus Sofyan juga menolak kotak kosong dalam pilkada Jember. “Ini demokrasi. Bangunan demokrasi harus kita kedepankan benar. Jadi kalau di Jember sampai terjadi seperti itu (kotak kosong, red), alangkah memprihatinkan. Seukuran Jember lho. Kita akan berupaya untuk meng-clearkan itu agar tidak terjadi kotak kosong,” katanya.
Saat ini dari delapan partai pemilik kursi di DPRD Jember berdasarkan hasil Pemilu 2024, empat partai sudah menerbitkan surat rekomendasi untuk politisi Gerindra Muhammad Fawait yang berpasangan dengan pensiunan pegawai negeri sipil Djoko Susanto sebagai calon bupati dan wakil bupati. Empat partai itu adalah Gerindra, PKB, PKS, dan Nasdem.
Empat partai lainnya yakni PDI Perjuangan, PPP, Golkar, dan PAN belum menerbitkan surat rekomendasi sama sekali. Hendy baru mendapatkan surat tugas dari PDI Perjuangan yang memiliki delapan kursi. Dibutuhkan dukungan partai lain seperti PPP dan Golkar yang masing-masing memiliki lima dan enam kursi agar bisa melampaui ambang batas pencalonan 10 kursi.
Agus menilai kemungkinan untuk tidak terjadinya calon tunggal dalam pilkada Jember masih terbuka. “Sangat dinamis. Masih ada waktu berbagai upaya akan dilakukan beliau (Bupati Hendy Siswanto, red). Beliau juga sangat welcome untuk kami,” katanya.
Agus memuji Hendy yang berjuang semaksimal mungkin untuk mendapatkan rekomendasi dari PDI Perjuangan dan partai lain. “Kelihatannya beliau akan berjuang semaksimal mungkin. Masih ada dua partai, antara PPP dan Golkar, yang masih sangat memungkinkan untuk bisa mendukung kekurangan jumlah kursi pengusung, dan itu sangat mungkin,” katanya.
Agus berharap proses pencalonan dalam pilkada berjalan enak. “Tidak perlu ada semacam intimidasi. Tidak perlu ada saling menyalahkan. Tidak perlu membangun intrik ini dan itu. Monggo kita bangun lima tahun ke depan bareng-bareng,” katanya.
Hendy sudah mulai melakukan konsolidasi dengan PDI Perjuangan Jember. Agus berharap konsolidasi ini bisa mempertemukan banyak kepentingan. “Bahkan di tingkat DPP dan DPD bisa memberikan rekomendasi kepada Haji Hendy,” katanya. [wir]






