Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto dan istrinya Kasih Fajarini menutup Grand Carnival Jember Fashiob Carnaval di Jalan Sudarman, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (5/8/2023) malam, dengan berkostum ‘Nusantara’.
Nusantara adalah defile terakhir peragaan busana Grand Carnival JFC tahun ini. JFC menarasikan Defile ‘Chapter Nusantara’ sebagai ‘Ibukota dengan tujuan dan visi besar, yang sedang dirintis oleh manusia saat ini, adalah tujuan utama untuk menopang masa depan yang makmur, maju dan sejahtera’.
Hendy dan Fajarini tampak percaya diri berjalan menyapa penonton di runway utama. Mereka juga memberikan hormat kepada Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah La Nyala Mattalitti yang duduk di tribun VVIP bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, lembaga negara, dan tamu-tamu perwakilan pemerintah daerah lain.
Hendy dan Fajarini tak sendiri. Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Mohammad Nurhidayat dan Komandan TNI Distrik Militer 0824 Letnan Kolonel Infantri Rahmat Cahyo Dinarso juga ikut berparade busana. Kepala Kejaksaan Negeri Jember I Nyoman Sucitrawan sudah berbusana adat, namun tidak ikut berparade karena mendampingi Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Mia Amiati.
Para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) juga mengenakan kostum karnaval dan tampil berparade. Hendy mengatakan, ini merupakan simbol dukungan untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. “Pemkab Jember dan JFC wajib mendukung program pemerintah pusat yang gencar-gencarnya membangun IKN. Lewat JFC, kami menyosialisasikan kepada masyarakat dan membuat dunia tahu bahwa IKN adalah program yang perlu didukung semua,” katanya.
Tampilnya para kepala OPD, menurut Hendy, merupakan bentuk pelayanan terhadap publik. “Pemkab Jember kalau melayani harus total. Bukan hanya membuat program, lalu program ditinggal tidak ikut serta. Saya memberikan contoh kepada teman-teman saya ikut di dalamnya. Teman-teman harus ikut juga, karena ini untuk melayani masyarakat supaya semangat JFC tidak hanya euforia, tapi semangat menggerakkan ekonomi,” jelasnya.
JFC yang digelar pada 4-6 Agustus 2023 memasuki penyelenggaraan ke-21 setelah sempat terhenti pada 2020 karena pandemi Covid. Dengan tema besar Timelapse: Journey of The Earth, JFC menampilkan defile busana yang bercerita tentang perjalanan bumi sejak awal penciptaan hingga hari ini. Setiap defile disebut dengan Chapter atau Bab, seperti ingin menunjukkan babakan demi babakan.
Dimulai pada 4 Agustus 2023, ada tiga karnaval yakni Pet Carnival (karnaval hewan piaraan), WACI (Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia), dan Art Wear. Kids Carnival dan Grand Carnival digelar pada 5 Agustus. Sementara pada 6 Agustus dilaksanakan acara lanjutan expo dan puncak penutupan event. “Ada perform stage di alun-alun,” kata Presiden JFC Budi Setiawan. [wir]






