Gresik (beritajatim.com) – Pemangku kebijakan di Kabupaten Gresik mendorong pemerintah pusat untuk kembali menggulirkan subsidi pupuk bagi sektor perikanan budidaya. Langkah ini dinilai penting untuk meringankan beban petani tambak yang terdampak kebijakan penghentian pupuk bersubsidi beberapa tahun terakhir.
Kebijakan subsidi pupuk untuk sektor perikanan sempat dihentikan di sejumlah wilayah karena keterbatasan anggaran dan penyesuaian regulasi. Namun kini, banyak kepala daerah, termasuk Gresik, menilai dukungan tersebut perlu dihidupkan kembali untuk menjaga ketahanan pangan berbasis perikanan.
“Kalau subsidi pupuk, khususnya SP-36 bisa diberikan kembali tahun 2026, saya yakin produktivitas akan meningkat tajam,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), Jumat (31/10/2025).
Bupati milenial ini menuturkan bahwa subsidi pupuk merupakan kunci peningkatan produktivitas tambak di Gresik, yang dikenal sebagai salah satu lumbung bandeng terbesar di Jawa Timur. “Kami punya Kampung Bandeng di Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, produksi terus meningkat selama tiga tahun terakhir. Memperkuat posisi Gresik sebagai sentra bandeng nasional,” tuturnya.
Dari kalangan pelaku tambak, dukungan terhadap wacana ini juga datang kuat. Syaifullah Mahdi, petani tambak asal Pangkah Wetan, berharap pemerintah kembali mengalokasikan pupuk bersubsidi untuk sektor budidaya perikanan. “Saya berharap pemerintah hadir dalam permasalahan pupuk subsidi khususnya budidaya perikanan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Muswar, petani tambak asal Desa Tanggulrejo, Kecamatan Manyar. Ia menegaskan para petani tambak masih sangat membutuhkan pupuk untuk menunjang kegiatan budidaya ikan dan udang. “Kami masih butuh pupuk untuk budidaya ikan maupun udang,” ungkapnya.
Data Dinas Perikanan Kabupaten Gresik menunjukkan, nilai produksi perikanan tangkap terus menunjukkan tren positif. Nilainya naik dari Rp229,5 miliar pada 2022, menjadi Rp266,2 miliar pada 2023, dan stabil di angka Rp264,6 miliar pada 2024. Hingga September 2025, tren tersebut masih berlanjut positif.
Dari sisi volume, produksi perikanan tangkap laut Gresik meningkat dari 7.875 ton pada 2021 menjadi 11.744 ton pada 2022, dan mencapai 8.374 ton pada 2024. Sementara di sektor budidaya, Gresik menunjukkan keunggulan signifikan pada komoditas bandeng.
Pada 2023, produksi bandeng Gresik menyumbang 55,87 persen dari total produksi bandeng Jawa Timur dan 11,71 persen dari skala nasional. Setahun kemudian, kontribusinya tetap tinggi yakni 55,37 persen untuk Jawa Timur dan 11,4 persen di tingkat nasional.
Dorongan agar subsidi pupuk dihidupkan kembali diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan sektor perikanan budidaya di Gresik serta memperkuat peran daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. [dny/beq]






