Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait mengklarifikasi dua isu yang tengah menyasar pemerintahannya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, melalui aplikasi Threads yang diakses Beritajatim.com, Kamis (13/3/2025).
Dua isu terkait relasinya dengan Wakil Bupati Djoko Susanto dam keterlibatan tim sukses pemilihan kepala daerah dalam birokrasi.
Dalam aplikasi itu, Fawait membantah adanya upaya untuk mematikan peran Djoko sebagai pendampingnya di pemerintahan.
“Saya tegaskan, tidak ada upaya mematikan peran Wakil Bupati. Pemerintahan berjalan sesuai aturan, dan setiap tugas harus dijalankan sesuai porsinya. Pihak kami selalu melibatkan siapapun untuk berkontribusi dalam membangun Kota Jember,” kata Fawait.
Fawait juga membantah adanya intervensi tim sukses terhadap birokrasi. “Tidak ada intervensi tim sukses dalam birokrasi. Kami fokus pada pembangunan Jember, dan yang dibutuhkan saat ini adalah sinergi, bukan polemik,” katanya.
Dua isu itu muncul menyusul sering tidak terlihatnya Djoko Susanto dalam beberapa kegiatan, yang biasanya pada pemerintahan sebelumnya selalu dihadiri lengkap oleh pasangan bupati dan wakil bupati Jember yang baru dilantik.
Saat apel perdana dengan aparatur sipil negara di depan kantor Pemkab Jember, Djoko tidak terlihat. Begitu juga saat Fawait dikirab pendukungnya menuju Pendapa Wahyawibawagraha, Djoko juga absen dari keramaian.
Saat dimintai konfirmasi wartawan, Djoko mengaku tidak pernah diajak bicara soal kegiatan di Pendapa. Dia justru mempertanyakan asal-muasal anggaran kegiatan tersebut yang menurutnya belum dialokasikan dalam APBD 2025.
Terakhir, saat Fawait meluncurkan sosialisasi program seratus hari kerja di kantor Pemkab Jember, Senin (10/3/2025). Djoko juga mengaku tidak tahu dan tidak diberitahu.
“Saya tidak tahu dan tidak diundang. Saya baru ngeh kalau semalam ada kegiatan. Alhamdulillah saya tidak dilibatkan sehingga saya sore saya bisa bercengkerama dengan keluarga, dengan cucu saya. Saya menyikapi begitu saja,” kata Djoko, sebagaimana diberitakan Beritajatim.com, Selasa (11/3/2025).
Justru dalam beberapa kegiatan, Fawait didampingi tim sukses. Saat mengunjungi Pasar Tanjung dan menandatangani rancangan peraturan bupati pemberian insentif retribusi untuk pedagang, dia didampingi Gogot Cahyo Baskoro, mantan anggota Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur yang juga ketua tim pemenangan saat pilkada.
Saat peluncuran sosialisasi program seratus hari kerja, selain didampingi 13 pejabat organisasi perangkat daerah, Fawait juga didampingi Dima Ahyar, sekretaris tim pemenangan pilkada. Bahkan Dima juga hadir saat Forum Lintas Perangkat Daerah di aula Dinas Pendidikan Jember, menyaksikan pemaparan program kerja sejumlah organisasi perangkat daerah.
Fawait dan Djoko terpilih menjadi bupati dan wakil bupati setelah memenangi pilkada Jember, 27 November 2024, dengan dukungan 588.761 suara pemilih. Mereka didukung koalisi tujuh partai parlemen, yakni Gerindra, PKB, Nasdem, PKS, PPP, Golkar, dan PAN.[wir]






