Bondowoso (beritajatim.com) – Bupati Bondowoso terpilih, KH Abdul Hamid Wahid, memastikan bahwa penataan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso akan dilakukan sesuai prinsip meritokrasi.
Hal ini disampaikan Ra Hamid menanggapi rumor kekhawatiran ASN bakal di-pilah-pilih penataannya dengan mengedepankan pertimbangan politis.
Justru, Ra Hamid tegas bakal menjalankan sistem meritokrasi. Hal itu menjadi prinsip utama dalam menerapkan kebijakan kepegawaian.
“(ASN) Tetap bekerja secara profesional dan meritokrasi sistem itu tetap kita jalankan. Yang lalu sudah berlalu,” tegasnya.
Meritokrasi dalam sistem ASN merupakan kebijakan yang didasarkan pada kompetensi, kualifikasi, dan kinerja.
Prinsip ini bertujuan untuk memastikan bahwa pejabat yang menduduki posisi strategis memiliki kapabilitas yang sesuai dengan jabatannya.
Prinsip-prinsip meritokrasi dalam sistem ASN meliputi keadilan, non-diskriminatif, berbasis kompetensi dan prestasi kerja, serta dilakukan secara terbuka.
Dengan penerapan sistem ini, ASN diharapkan lebih termotivasi, terlindungi dari politisasi kebijakan, serta memiliki kepastian karir.
Penetapan KH Abdul Hamid Wahid dan KH As’ad Yahya Syafi’i sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso periode 2025-2030 ini didasarkan pada Keputusan KPU Bondowoso Nomor 1844 Tahun 2024 serta Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 184/PHPU.BUP.XIII/2025, yang dibacakan pada Selasa (4/2/2025).
Dengan putusan MK tersebut, seluruh tahapan sengketa hasil pemilu dinyatakan selesai, mengukuhkan kemenangan pasangan RAHMAD yang meraih 223.907 suara atau 51,33 persen, unggul 11.612 suara atas pasangan Bambang Soekwanto – Mohamad Baqir (BAGUS) yang memperoleh 212.295 suara (48,67 persen). (awi/ted)







10 Komentar
Semoga menjadi kenyataan bukan omon²
Hilangkan budaya titip menitip….
Yakin 100% yang dawuh kiyai
mulai jaman saya berdinas di bondowoso tahun 2000 sampai dengan skrg saya berdinas di Pusat, Bondowoso masih belum ada perubahan…Justru ikon kota pensiun harus dihilangkan agar Bondowoso bisa berkembang dan tidak jalan ditempat. Kabupaten/kota sekitarnya uda pade lari kencenggg..kapan nih Bondowoso mau melesaattt
Kata sp jln d Tmpat pak..kurang Ndolan & minim Literasi Njenengan.!!sering interaksi SM rakyat plosok Karo Ngopi2 Njenengan… Caffee tnggl pilih d kota Tape skrang..!!klau jln d Tmpat gak mungkin bndowoso punya beberapa Hotel bintang 🌟
Klo melesat jgn tanya ke bupati terpilih sekarang, prog melesat itu prog,nya bupati sebelumnya.
Klo melesat jgn tanya ke bupati terpilih sekarang, prog melesat itu prog,nya bupati sebelumnya.
Gaspolll
Kerja keras untuk Bondowoso lebih baik.
Berkali kali ganti pimpinan daerah Bondowoso sepertinya tetap tertinggal jauh dengan daerah lain, salah satu contoh saja prasarana jalan yang menjadi urat nadi jalur ekonomi ada yang sampai tiga periode pergantian pimpinan daerah tetap tidak diperbaiki.
yang lalu biar berlalu.kedepan mari kita sama mendukung era baru.hidupkan giat bekerja sama jangan berpangku tangan. ada saudara memperbaiki rumah kita bantu sesuai kemanpuan.ada jalan kurang baik kita kerja bakti.inilah budaya Asli indonesia.PERGUNU.