Gresik (beritajatim.com)– Memasuki Hari ke 14 Bulan Ramadan, sebanyak 130 pekerja informal di Gresik menerima paket sembako, dan uang tunai.
Bantuan tersebut disalurkan kepada 50 tukang becak, 50 ojek pangkalan perempuan, dan 30 loper koran dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Mak Nunuk (45) salah satu pekerja informal ojek pangkalan mengatakan, dirinya bersyukur bisa menerima bantuan sembako serta uang untuk kebutuhan selama Bulan Ramadan.
“Ini tahun kedua saya mendapat bantuan sembako sekaligus bisa meringankan beban kebutuhan sehari-hari,” katanya, Jumat (14/3/2025).
Hal senada juga dikemukakan oleh Widya (38) yang terpaksa menjadi ojek pasca suaminya sakit tidak bisa bekerja lagi.
“Demi membantu suami apapun dikerjakan asal halal dan tidak merugikan orang lain,” paparnya.
Rahayu dan Widya adalah gambaran pekerja informal bekerja di sektor jasa transpotasi yakni ojek. Mereka setiap hari banting tulang demi memenuhi kebutuhan hidup.
Ketua Baznas Kabupaten Gresik, Muhammad Mujib menuturkan, pihaknya berkomitmen membantu para pekerja informal, terutama perempuan yang bekerja di sektor jasa transportasi.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka, terutama para pekerja perempuan yang berjuang memenuhi kebutuhan keluarga,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani yang akrab disapa Gus Yani, mengapresiasi inisiatif Baznas dalam mendukung masyarakat yang membutuhkan.
“Gerakan zakat ini harus terus berkembang agar semakin banyak masyarakat yang terbantu. Saya mengajak seluruh warga Gresik untuk menunaikan zakat sebagai bentuk kepedulian kepada sesama,” pungkasnya. (dny/ted)






