Ringkasan Berita
* Sebanyak 4.459 mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur resmi dilepas oleh Wakil Menteri Desa PDT RI, Ahmad Riza Patria, di Surabaya pada Jumat (10/7/2026) untuk mengikuti KKN tahun akademik 2025/2026.
* KKN ini mentransformasi paradigma pengabdian dari sekadar pemenuhan formalitas akademik menjadi program berbasis dampak berkelanjutan di berbagai daerah (termasuk wilayah 3T) hingga tingkat internasional (Timor Leste, Brunei, dan Thailand) melalui fokus digitalisasi UMKM, tata kelola sampah, dan penguatan ekonomi kreatif desa.
———————————————————————-
Surabaya (beritajatim.com) — Paradigma pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di perguruan tinggi kini resmi dirombak. Di bawah kepemimpinan Rektor UPN “Veteran” Jawa Timur, Prof. Ahmad Fauzi, program KKN tahun akademik 2025/2026 tidak lagi diposisikan sebagai formalitas akademik pengisi SKS, melainkan sebagai wadah penciptaan inovasi nyata yang dampaknya wajib terus dirasakan masyarakat bahkan setelah mahasiswa ditarik kembali ke kampus.
Pelepasan 4.459 mahasiswa peserta KKN ini digelar secara khidmat di Surabaya pada Jumat (10/7/2026), dan dilepas langsung oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendesa PDT) RI, Ahmad Riza Patria.
Dalam sambutannya, Prof. Ahmad Fauzi menegaskan bahwa indikator kesuksesan KKN harus bergeser dari urusan administratif seperti durasi tinggal atau kuantitas laporan, menjadi kualitas transfer pengetahuan (knowledge transfer) yang ditinggalkan di desa.
“Mahasiswa tidak boleh sekadar datang, melaksanakan kegiatan, lalu pulang. Mereka harus meninggalkan sistem, digitalisasi layanan, penguatan BUMDes, atau teknologi pengelolaan sampah yang mandiri dan bisa terus dikembangkan oleh warga,” ujar Prof. Fauzi.
Ahmad Riza Patria selaku Wamendesa PDT menyambut hangat transformasi ini. Ia menyebut ribuan mahasiswa UPN “Veteran” Jatim sebagai kekuatan sosial yang besar untuk mendorong kemandirian desa-desa di Indonesia, terutama dengan menempatkan diri sebagai rekan sejajar bagi warga lokal.
“Hari ini sebanyak 4.459 mahasiswa diberangkatkan. Ini adalah energi besar anak muda untuk desa. Hadirlah sebagai ‘Sahabat Desa’ mitra yang mendengar, belajar, dan bekerja bersama warga guna menyusun solusi sederhana namun tepat sasaran,” pesan Riza Patria kepada para mahasiswa.
Pihak universitas menyebar ribuan mahasiswa ini bersama 60 Dosen Pembimbing Lapangan ke dalam tujuh skema pengabdian, mulai dari KKN Tematik Inovasi Pesantren, KKN Bela Negara SDGs, KKN Kolaboratif, hingga KKN daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Tidak hanya di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Lombok, jangkauan KKN UPN “Veteran” Jatim kali ini juga menembus tapal batas internasional dengan mengirimkan delegasi mahasiswa ke Timor Leste, Brunei Darussalam, dan Thailand demi mendukung program pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals).[rea]







