Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memantapkan langkahnya untuk menjadi Top 3 Bank Syariah Global dari sisi kapitalisasi pasar dalam waktu 10 tahun mendatang.
Ambisi besar ini diungkapkan langsung oleh Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, dalam acara diskusi buku karyanya berjudul “Mega Merger In The Pandemic Era: Kepemimpinan dan Tantangan Merger Bank Syariah Indonesia”.
Hery memaparkan pencapaian luar biasa BSI pasca merger. Target Return on Equity (ROE) di atas 18% telah terlampaui dan BSI berhasil masuk dalam Top 10 Global Islamic Banks dari sisi kapitalisasi pasar pada Maret 2024. Capaian ini diraih setahun lebih awal dari target yang dicanangkan.
“BSI tidak hanya tumbuh secara kuantitas, namun juga kualitas. Kinerja keuangan BSI semakin membaik dan kami telah menjadi bank kelas menengah terbaik di Indonesia,” ujar Hery dengan bangga.
Merger Menuai Berkah
Hasil dari merger tiga bank syariah milik Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) yaitu BRISyariah, Mandiri Syariah, dan BNI Syariah, membawa berkah bagi BSI. Skala bisnis BSI membesar dan jumlah nasabah meningkat signifikan. Tercatat, lebih dari 5 juta nasabah baru bergabung dengan BSI setelah merger, membawa total nasabah menjadi 20 juta pada Maret 2024.
“Pertumbuhan aset BSI mencapai dua digit, melampaui pertumbuhan industri yang hanya satu digit. Pembiayaan dan dana pihak ketiga pun mengalami peningkatan,” jelas Hery.
Di balik kesuksesan BSI, terdapat kepemimpinan visioner Hery Gunardi. Ia dipercaya memimpin proyek merger di tengah pandemi Covid-19 yang penuh tantangan. Di bawah kepemimpinannya, proses integrasi BSI selesai dalam waktu singkat, yaitu 11 bulan.
“Sebagai leader, saya menyadari bahwa mengawal merger dengan visi dan misi besar bukanlah tugas mudah. Tapi dengan semangat pantang menyerah dan komitmen kuat, kami berhasil mewujudkannya,” tutur Hery.
Hery Gunardi tidak hanya fokus pada aspek bisnis, tetapi juga membangun SDM unggul berlandaskan prinsip dan nilai syariah. Hal ini dilakukan untuk mendukung visi menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam sektor keuangan dan perekonomian syariah.
“Kami ingin BSI menjadi bank syariah yang modern, universal, dan inklusif, serta mampu menjangkau lebih banyak masyarakat di Tanah Air,” tandas Hery. [rea/ian]






