Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membuka Gerai CERDAS PeKA di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Fasilitas ini hadir untuk memperkuat literasi keuangan digital dan pelindungan konsumen di kalangan mahasiswa.
Peresmian fasilitas edukasi tersebut berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair pada Jumat (2/10/2026). Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta turut hadir langsung menyaksikan pembukaan fasilitas tersebut.
Program ini merupakan inisiatif Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen. Gerakan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia, Unair, dan Perbanas yang mendapat dukungan penuh dari program Tanggung Jawab Sosial BRI.
Kehadiran gerai ini merespons tingginya transaksi elektronik di kalangan anak muda. Mahasiswa kini dituntut memahami keamanan data pribadi serta mengenali risiko layanan keuangan secara utuh di kehidupan sehari-hari.
“Kita sedang membangun sebuah ruang belajar, diskusi, sekaligus perlindungan bagi generasi muda dalam menghadapi ekosistem transaksi digital yang semakin dinamis,” kata Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y.S, Selasa (27/10/2026).
Pemahaman transaksi tanpa uang tunai tidak cukup hanya pada kemampuan akses teknologi. Anak muda harus mengenali karakteristik produk perbankan dan mengetahui prosedur yang tepat saat menghadapi masalah.
Pengetahuan literasi ini sangat relevan dengan aktivitas harian mahasiswa. Mereka akan terbantu dalam mengambil keputusan cermat ketika mengelola uang pribadi maupun menggunakan dompet elektronik.
Fasilitas di kampus ini mengusung tiga konsep dasar pelindungan yaitu peduli, kenali, dan adukan. Konsep tersebut melatih kewaspadaan menjaga data pribadi dan berani melapor jika menemukan kendala transaksi.
“Kolaborasi ini mempertemukan regulator, industri perbankan, asosiasi, dan institusi pendidikan dalam satu tujuan membangun generasi muda yang cakap, kritis, dan aman,” ungkap RCEO BRI Region 12 Surabaya Reza Syahrizal Setiaputra.
Kerja sama lintas lembaga ini menjadikan kampus sebagai tempat ideal untuk membentuk ekosistem sadar risiko. Perguruan tinggi kini berperan aktif menanamkan kebiasaan bertransaksi secara aman sejak dini kepada sivitas akademika. [ipl/aje]






