Bojonegoro (beritajatim.com) – Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) bersama masyarakat dan jajaran pemerintah daerah mengantarkan jenazah Ketua PSHT Cabang Bojonegoro, Wahyu Subakdiono, ke peristirahatan terakhir, Rabu (28/10/2026).
Suasana haru menyelimuti rumah duka hingga ke lokasi pemakaman. Para pelayat yang mengenakan pakaian hitam memadati kawasan rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal aktif menjaga persaudaraan dan kerukunan di Kabupaten Bojonegoro.
Jenazah almarhum sekitar pukul 15.00 WIB diantar menuju pemakaman di Desa Mojo Kampung, Kecamatan Kota Bojonegoro. Doa mengiringi perjalanan keranda yang digotong para pelayat menuju tempat peristirahatan terakhir.
Sejumlah tokoh turut hadir memberikan penghormatan terakhir, di antaranya Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Bojonegoro, pimpinan perguruan silat, serta pengurus pusat SH Terate dari Madiun.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan belasungkawa atas kepergian almarhum. Ia mengenang Wahyu sebagai sosok yang berperan dalam menggerakkan persaudaraan dan menjaga kedamaian di tengah masyarakat.
“Atas nama pribadi, atas nama keluarga, atas nama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan atas nama seluruh masyarakat Kabupaten Bojonegoro, kami turut berduka cita yang sangat mendalam atas kepergian beliau menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar Setyo Wahono.
Menurutnya, almarhum merupakan salah satu tokoh yang turut menginisiasi dan menggerakkan upaya menjaga kedamaian di Bojonegoro. Ia berharap nilai-nilai kebaikan yang telah diperjuangkan semasa hidup dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.
“Beliaulah salah satu inisiator, salah satu penggeraknya dengan tanpa lelah untuk bersama-sama membangun kebaikan kemasyarakatan dan kedamaian di Kabupaten Bojonegoro,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat SH Terate Madiun, Moerjoko, mengajak seluruh warga PSHT menjadikan pengabdian almarhum sebagai teladan dalam menjaga persaudaraan.
Ia berharap perjuangan dan berbagai hal yang telah dirintis Wahyu Subakdiono selama memimpin organisasi dapat dilanjutkan oleh generasi penerus, khususnya keluarga besar PSHT di Bojonegoro.
“Marilah apa yang telah dilaksanakan Kang Mas Wahyu Subakdiono semasa hidupnya untuk persaudaraan kita jadikan sebagai teladan. Khususnya adik-adik di Bojonegoro, semoga apa yang telah dirintis almarhum dapat diteruskan pada masa mendatang,” pesan Moerjoko.
Diberitakan sebelumnya, Wahyu Subakdiono meninggal dunia pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 10.45 WIB di Rumah Sakit Sosodoro Bojonegoro. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar PSHT dan komunitas pencak silat di Bojonegoro.
Selain menjabat sebagai Ketua PSHT Cabang Bojonegoro, Wahyu Subakdiono juga mengemban amanah sebagai Ketua Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP). Perannya dalam organisasi tersebut berkaitan dengan upaya merawat persaudaraan antar perguruan silat dan menjaga kondusivitas daerah. [fif/aje]






