Mojokerto (beritajatim.com) – Potensi kenaikan harga bahan pokok selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Hal itu disampaikan Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny saat mengikuti High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Mojokerto yang digelar di Ruang Satya Bina Karya (SBK) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, Kamis (12/3/2026) kemarin.
Menurut Dwi, salah satu strategi utama yang perlu dilakukan adalah pencatatan dan pemantauan harga secara real-time di lapangan.
“Langkah ini penting agar pemerintah dapat mengetahui pergerakan harga secara akurat sekaligus melakukan intervensi cepat jika terjadi lonjakan. Pemantauan harga secara real-time sangat penting agar intervensi bisa segera dilakukan, khususnya pada H-7 Lebaran terhadap komoditas volatil seperti beras, daging ayam ras, cabai rawit, telur, dan gula,” jelasnya.
Selain pemantauan harga, BPS juga mendorong pemerintah daerah untuk menggelar operasi pasar murah dengan menambah suplai komoditas di wilayah yang mengalami kenaikan harga di atas rata-rata nasional maupun Jawa Timur.
Di Kabupaten Mojokerto sendiri, pasar murah telah rutin dilaksanakan menjelang hari besar keagamaan.
Tahun ini, pasar murah digelar di Pasar Pacet pada 9 Maret 2026 serta di depan pabrik Ajinomoto pada awal Ramadan, tepatnya pada 26 Februari 2026. Dwi menilai pasar murah mampu membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama dalam jangka pendek. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada beberapa faktor seperti cakupan wilayah, ketepatan sasaran, dan volume distribusi.
“Pasar murah ini dapat membantu menjaga daya beli masyarakat dalam jangka pendek. Namun efektivitasnya sangat bergantung pada cakupan wilayah, ketepatan sasaran, serta volume distribusi. Kita juga perlu memastikan stok komoditas tetap aman dan distribusi berjalan lancar,” ujarnya.
Tak hanya itu, BPS juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap potensi penimbunan komoditas oleh oknum pedagang yang berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran. Ketersediaan stok di seluruh rantai pasok, termasuk di gudang Bulog, juga harus dipastikan tetap aman.
Melalui berbagai langkah mitigasi tersebut, pemerintah berharap lonjakan harga bahan pokok menjelang Idul Fitri dapat dikendalikan sehingga stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat dapat menjalani Ramadan serta Lebaran dengan lebih tenang. [tin/aje]






