Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto optimistis stabilitas harga kebutuhan pokok dapat tetap terjaga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Sehingga diharapkan masyarakat do Kabupaten Mojokerto dapat menyambut lebaran dengan aman dan nyaman.
Optimisme tersebut disampaikan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Mojokerto yang digelar di Ruang Satya Bina Karya (SBK), Kamis (12/3/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto Teguh Gunarko, Ketua Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto Ayni Zuroh, Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata, serta perwakilan Bank Indonesia dan instansi terkait lainnya.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barraa menegaskan bahwa pengendalian inflasi daerah terus dilakukan melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Menurutnya, berbagai langkah konkret telah dijalankan oleh Pemkab Mojokerto untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
“Kita terus melaksanakan strategi 4K melalui berbagai program yang sudah berjalan, mulai dari gerakan pangan murah, pasar murah, sidak bersama Satgas Pangan ke pasar dan distributor, hingga kerja sama antar daerah penghasil untuk menjaga ketersediaan pasokan,” ungkapnya.
Selain itu, Bupati yang akrab disapa Gus Barra ini menambahkan, pemerintah daerah juga mendorong gerakan menanam komoditas pangan, memberikan dukungan transportasi distribusi melalui APBD, serta memperkuat kerja sama antar daerah untuk memastikan pasokan tetap tersedia di pasaran.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Mojokerto ini juga mengapresiasi pelaksanaan pasar murah yang telah digelar menjelang Idul Fitri tahun ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat.
“Saya minta seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam TPID menjalankan tugasnya dengan optimal serta segera berkoordinasi apabila menemukan gejolak harga di lapangan,” tegasnya.
Sementara itu, Sekdakab Mojokerto, Teguh Gunarko menjelaskan bahwa secara umum kondisi harga kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Mojokerto masih terkendali. Berdasarkan data Februari 2026, indeks fluktuasi harga di Kabupaten Mojokerto secara tahunan (year on year/yoy) tercatat sebesar 2,09 persen.
“Angka tersebut masih berada dalam rentang target nasional yang ditetapkan sebesar 2,5 persen dengan deviasi 1 persen. Secara umum kondisi harga kebutuhan pokok masih terkendali, namun beberapa komoditas tetap perlu diwaspadai karena adanya peningkatan permintaan menjelang lebaran,” jelasnya.
Sejumlah komoditas tetap menjadi perhatian karena mengalami kenaikan harga. Diantaranya cabai rawit, tomat, dan telur ayam ras. Selain itu, harga daging sapi juga diperkirakan berpotensi meningkat seiring naiknya permintaan menjelang Idul Fitri.
Melalui koordinasi lintas sektor dalam TPID serta berbagai program pengendalian inflasi yang telah berjalan, Pemkab Mojokerto yakin stabilitas harga kebutuhan pokok dapat terus terjaga hingga Idulfitri nanti. Dengan demikian masyarakat diharapkan dapat merayakan Hari Raya dengan lebih tenang dan nyaman. [tin/aje]






